Pemkab Kayong Utara Siap Antisipasi Karhutla

0
6
Petugas pemadam kebakaran dibantu anggota Polisi dan TNI berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar. Foto : Rossi Yulizar

BorneOneTV – Setelah ditemukan adanya 11 titik api atau hotspot di Kabupaten Kayong Utara sejak awal juli kemarin, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten sudah menyiagakan personil gabungan, yang terdiri dari satuan regu taktis dari BPBD Kayong Utara, personil TNI, Bhabin Kamtibmas dari Polres Kayong Utara, yang terus membantu regu pemadam dari manggala agni sektor Sukadana.

Penempatan personil gabungan ini di lakukan sebagai langkah pencegahan, yang dapat menekan angka kebakaran lahan di Kabupaten Kayong Utara.

Bahkan, sebuat rubber boat juga sudah di terima oleh Pemkab Kayong Utara sebagai bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar, yang dikhususkan untuk menanggulangi kebakaran hutan di daerah kepulauan.

Hilaria Yusnani, Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara mengatakan, memang hingga saat ini kita sudah siap untuk melawan bencana musiman ini, dan semoga dapat menekan angka kebakaran hutan serta lahan di seluruh wilayah Kayong Utara.

“Kalau masalah kesiapan bisa dikatakan kita sudah siap, meski masih terkendala sarana dan prasarana, serta minimnya peralatan yang digunakan oleh personil kita di lapangan, namun akan dimaksimalkan untuk menekan titik sebaran hotspot di wilayah kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hilaria juga menambahkan, bahwa dari 11 titik hotspot yang berada di wilayah Kayong Utara, hingga saat ini masih belum membahayakan pemukiman warga, karena cepat di netralisir sebelum meluas.

“Memang kemarin ada terdeteksi 11 titik api dari awal Juli hingga Agustus di wilayah Kayong Utara, tapi seluruhnya berhasil kita padamkan dan di blok agar tidak menyebar, jauh sebelum api merangsek ke daerah pemukiman warga,” ujarnya.

Meski penyuluhan dan patroli rutin sudah di gelar, Pemerintah masih menyayangkan adanya oknum masyarakat yang melakukan pembakaran lahan, yang dapat merugikan kepentingan orang banyak, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa bagi para penderita ispa.

“Kita menyayangkan, sampai saat ini masih ada oknum warga masyarakat yang melakukan pembakaran lahan, yang dapat menimbulkan bencana kabut asap, bahkan bisa menimbulkan korban jiwa bagi para penderita gangguan pernafasan seperti tahun-tahun sebelumnya”. tutupnya. (Rossi Yulizar)

 

 

(Visited 18 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here