Masalah Lahan, Penghambat Pembangunan Bandara di Singkawang

0
104
Sumastro Kadis Perhubungan Kota Singkawang

BorneOneTV -Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang Sumastro mengatakan bahwa persoalan rencana pembanguan Bandar Udara (Bandara) di Kota Singkawang hingga saat ini adalah tanah.

“Jadi persoalannya ini tanah, tanah dan tanah. Jika tanah yang disediakan sudah sesuai dengan batasan-batasan tertentu untuk memulai pekerjaan fisik, selanjutnya tinggal lapor ke Kementerian,” ujarnya, Rabu 9 Agustus 2017.

Pemkot Singkawang bisa menggiring kembali penganggaran dari APBN yang pernah masuk pada tahun 2014 lalu apabila diakuinya kecepatan pihaknya untuk mengadakan tanah sesuai dengan aturan pembangunan fisik, sebab itu akan menentukan.

“Maka dari itu yang hingga saat ini masih ditunggu oleh pusat adalah tanah yang clean and clear, itu yang menjadi persoalan,” jelasnya.

Sementara soal perizinan, Sumastro mengatakan sampai detik ini tidak ada masalah, sebab regulasi yang berkaitan dengan izin lokasi dan lain-lain tidak ada masalah. Karena semuanya sudah di bawah konsultasi dan arahan Kementerian.

“Memang Penetapan Lokasi (Penlok) rencana bandara di Kota Singkawang ini sudah dua kali ganti, namun bukan ada sesuatu yang fatal terhadap perubahan itu, sebab pada Penlok pertama itu pembiayaan dilakukan Pemkot Singkawang,” akunya.

Dengan adanya PP No.40, diakui Sumastro dimungkinkan dikerjasamakan dengan Kementerian Perhubungan nantinya, sehingga biaya dari APBN kalau masuk untuk membangun Bandara Singkawang tidak dipersalahkan oleh BPK RI.

“Jadi substansi perubahan yang kita tuangkan dalam revisi Penlok itu tidak menyalahi aturan, karena bergeser di hamparan yang sama untuk menghindari SUTET. Sehingga, regulasi yang berkaitan dengan izin lokasi dan lain-lain itu tetap dalam satu platform yang sama,” pungkasnya.(daeng/jabu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here