Uzbekistan Belajar Pola Tanam Cabai dari Cianjur

oleh -4 views
Ilustrasi Petani Cabai. (Foto : arah.com)

BorneOneTV -.Kementeraian Pertanian dan pejabat tinggi Republik Uzbekistan, berkunjung ke Cianjur, Jawa Barat, untuk belajar pola penanaman hortikultura, terutama cabai.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman serta Kepala Dinas Pertanian Perkebungan Pangan dan Hortikultura, Mamad Nano, menerima kunjungan rombongan di Kantor Bupati Cianjur, Selasa, yang didampingi perwakilan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Deputy Prime Minister-Minister of Argiculture and Water Resources of the Republic Uzbekistan, Zoir T Mirzaev, dalam kunjungannya menyampaikan kunjungan tersebut merupakan salah satu upaya mengeratkan hubungan antara Indonesia dengan Uzbekistan khususnya dalam bidang pertanian.

Dia menjelaskan, Uzbekistan hampir sama dengan Indonesia, dimana merupakan negara agraris dengan kemajuan di sektor hortikultura, ada 40 macam sayuran dan buah yang tumbuh subur di negara tersebut, hingga dapat memenuhi kebutuhan 33 juta warganya dan mengekspor ke 80 negara di Dunia.

“Yang paling baik itu biji-bijian dan kapas, setiap tahun kami dapat memproduksi sampai 21 juta ton. Namun ada beberapa komoditas pertanian yang dinilai belum memuaskan, seperti cabai dan paprika,” katanya.

Sehingga untuk belajar penanaman cabai dan paprika, pihaknya sengaja datang bersama pejabat dari kementerian pertanian, gubernur, hingga walikota untuk belajar pengelolaan penanaman cabai ke Cianjur.

“Kami diarahkan untuk datang ke Cianjur yang produksi pertanian cabainya cukup baik, sehingga nanti bisa terjalin kerjasama terkait teknologi pertanian agar produksi komoditas cabai di negara kami dapat maksimal,” katanya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, saat ini Cianjur terus mengembangkan sektor pertanian, baik padi, perkebunan, hingga hortikultura, namun terkait cabai, saat ini menjadi komoditas yang diutamakan, baik untuk cabai besar, keriting, tanjung, rawit hingga paprika.

“Lahan yang digunakan untuk menanam cabai mencapai 1.559 hektar, terbagi di sejumlah wilayah di Cianjur dengan produksi yang cukup baik. Saat ini produksi cabai masih terkendala beberapa hal seperti fluktuasi harga di pasaran dan jadwal tanam yang belum berkelanjutan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Cianjur, Mamad Nano, mengatakan, produksi cabai di Cianjur mencapai 35 ribu sampai 40 ribu ton per tahun, didistribusikan ke 16 pasar tradisional dan 8 pasar modern di Jakarta.

“Dengan ada kunjungan dan bekerjasama dengan Uzbekistan terkait teknologi pertanian cabai, ke depan Cianjur dapat mengekspor cabai ke Uzbekistan yang masih kekurangan komoditas cabai. Untuk produksi cabai sudah baik, tinggal kendala yang selama ini terjadi, diperbaiki dan dicari solusinya,” kata Mamad. (arah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *