Nafsu Makan Terkendali dengan Rutin Konsumsi Makanan-makanan Ini

oleh
Kenari (shutterstock).

BorneOneTV – Banyak cara untuk hidup sehat, mulai dari olahraga secara teratur hingga menjaga pola makan dengan benar. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi kenari, salmon dan minyak canola yang kaya akan lemak tak jenuh ganda (PUFA).

Sebuah penelitian menunjukkan, dengan memakan ini kamu cenderung mengalami perubahan hormon yang dapat mengendalikan nafsu makan dan membuat merasa kurang lapar.

Studi tersebut menemukan, mengonsumsi diet tinggi PUFA dapat menurunkan ghrelin yang signifikan, hormon yang meningkatkan rasa lapar. Selanjutnya, diet kaya PUFA juga meningkatkan peptide YY (PYY) yang signifikan pula, yaitu hormon yang meningkatkan rasa penuh atau kenyang.

“Hormon nafsu makan memainkan peran penting dalam mengatur berapa banyak yang kita makan,” kata pemimpin peneliti Jamie A. Cooper, dari University of Georgia, dilansir dari indianexpress.

“Temuan ini memberi tahu kami jika mengonsumsi makanan yang kaya dengan PUFA, seperti yang ditemukan di kenari, dapat mengubah hormon nafsu makan dengan baik sehingga kita bisa merasa kenyang lebih lama,” tambah Cooper.

Untuk penelitian yang dirinci dalam jurnal Nutrition, tim tersebut mendaftarkan 26 pria dan wanita sehat (usia 18-35 tahun) yang telah diberi diet selama tujuh hari dengan tinggi PUFA atau diet kontrol yang terdiri dari pola makan khas Amerika.

Diet kaya PUFA mencakup makanan utuh seperti kenari, salmon Alaska, tuna, minyak biji rami, minyak biji anggur, minyak canola, dan suplemen minyak ikan. Dimana semua makanan itu telah disediakan oleh para periset.

Diet kontrol terdiri dari 7 persen lemak tak jenuh ganda, 15 persen lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh 13 persen. Sedangkan dengan diet kaya PUFA yakni 21 persen lemak tak jenuh ganda, 9 persen lemak tak jenuh tunggal dan 5 persen lemak jenuh.

Hasilnya, peserta mengalami peningkatan PYY saat berpuasa dan setelah mengonsumsi makanan. Jenis perubahan hormon ini menyiratkan kontrol nafsu makan yang lebih baik, kata periset. (arah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *