Hewan yang Terancam Punah Ini Lahir di Kebun Binatang Bandung

0
15
Anak Tapir di Kebun Binatang Bandung. (Foto: Arah.com/ Haryanto)

BorneOneTV – Kebun Binatang Bandung (KBB) mendapat koleksi baru dari hewan yang terancam punah, yaitu spesies tapirus indicus atau tapir berjenis kelamin Jantan, sejak Jumat (25/8) lalu. Lahirnya anak tapir yang baru berumur satu bulan ini, menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi pihak KBB karena bisa menjaga populasi jumlah tapir di dunia yang hampir punah, dan juga menambah koleksi tapir di KBB, menjadi delapan ekor yang terdiri dari lima jantan dan tiga betina.

Dokter hewan KBB, Dedi Trisasongko menyebutkan anak tapir yang belum dinamai ini lahir secara alami, selama kurang lebih 13 bulan atau 400 hari.

“Induknya bernama Novi dengan usia 11 tahun dan Wili 12 tahun. Kondisinya sehat saat lahir, beratnya 8 kg, dan langsung menyusu ke induknya,” kata Dedi saat di temui di KBB, Selasa (29/8).

Karena bertujuan agar tumbuh secara alami, anak tapir ini dibiarkan bersama induknya selama satu bulan, tanpa adanya campur tangan pihak kebun binatang.

“Kita berikan treatment khusus, biar secara alami dirawat sama induknya, supaya induknya menjilati sendiri. Tapi kita intens menjaga kesehatan induknya. Baru satu bulan ini bisa disentuh,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, hewan dari famili tapiridae ini sudah termasuk salah satu hewan yang jumlahnya semakin sedikit di alam, dan juga tidak banyak dimiliki oleh kebun binatang, dengan rantang umur hanya 30 tahun.

“Sudah sangat kritis, bahkan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) sudah tergolong rateless, termasuk dalam apendik 1, terancam punah,” ucap Dedi, menambahkan.

Seperti halnya harimau benggala yang lahir beberapa bulan lalu, Marketing komunikasi KBB, Sulhan Sayfi’i menyatakan pihak KBB membuka lowongan untuk menjadi orang tua asuh, bagi tapir yang belum diberi nama ini.

“Kami membuka pendaftaran untuk menjadi orang tua asuh. Syaratnya orang yang benar-benar menyangi binatang. Harus, merawat dan memperhatikan hewan asuhnya ini,” ungkap Sulhan.

Tidak hanya itu, calon orang tua asuh tapir ini diberi kontrak selama satu tahun untuk merawat, serta harus memiliki keadaan ekonomi yang cukup berada.

“Kontrak jadi orang tua asuh selama satu tahun ke depan. Orang tua asuh juga bisa memberi nama pada tapir ini. Jangan sampai mengaku ingin menjadi orang tua asuh, tapi tujuannya hanya mencari popularitas,” pungkasnya. (Haryanto/arah.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here