Puluhan Kelinci Makan Bunga Pelayat di Inggris Ditembak Mati

0
16
Kelinci raksasa bernama Simon (Daily Mail)

BorneOneTV – Siapa yang tidak suka dengan kelinci? hewan lucu nan menggemaskan ini dapat membuat siapa saja luluh. Namun hal tersebut sepertinya tidaklah berlaku di Cumbria Inggris, dimana pemerintah setempat menembak mati kelinci yang kedapatan memakan bunga milik pelayat disebuah kawasan pemakaman.

Diwartakan Metro.co.uk, sebanyak 30 kelinci telah terbunuh di kawasan Pemakaman Cockermouth usai pemerintah setempat mempekerjakan kontraktor untuk bebas membunuh kelinci di area pemakaman tersebut.

Keputusan untuk menembak mati kelinci tersebut diambil setelah pemerintah mendapat keluhan dari para pelayat yang merasa kesal bunga yang dibawanya saat berkunjung ke makam berantakan dan rusak akibat kelinci yang memakannya.

“Saya adalah seorang penyayang binatang dan sangat disayangkan tidak ditemukan alternatif dan solusi lain, selain membunuh mereka,” ujar Len Davies selaku dewan pemerintahan di Cockermouth.

Berbeda dengan Len Davies, Jaquie Stobbart menentang kebijakan tersebut, karena tidak semua anggota dewan menyetujuinya dan hanya sebagian kecil yang menginginkan itu terjadi.

“Mereka (kelinci) tidak mengerti apa yang mereka makan, dan mereka dibunuh dengan kejam. Kita tidak dapat dengan mudahnya membunuh hewan tak berdaya begitu saja,” ungkapnya.

Jaquie melanjutkan bahwa, pembunuhan bukanlah solusi terbaik, karena mereka adalah satwa liar dan itu adalah habitat dan alamnya dimana kelinci-kelinci tersebut hidup.

“Ini sudah tak terkendali, kapan akan berhenti?. Ada satwa liat dimanapun dan itu adalah alamnya,” tambahnya.

Sedangkan menurut pendapat penduduk sekitar memang mengerti akan kekecewaan para pelayat atas bunga yang mereka bawa habis dimakan kelinci, namun itu lebih baik dibanding harus mendengar suara tembakan dan menyaksikan kelinci yang sekarat dan mati.

“Saya tidak akan terlalu nyaman berjalan melewati pemakaman,mendengar tembakkan dan melihat kelinci diburu, sebaiknya aku menghindari tempat itu,” ujar Dolly Daniel, penduduk asal High Street, Maryport.

Sebagai informasi, selain Pemakaman Cockermouth, kebijakan untuk menembak mati kelinci ini juga sebelumnya telah berlaku di kawasan pemakaman Maryport yang juga mendapat keluhan serupa. (Dini Afrianti/arah.com)

(Visited 33 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here