Media Sosial Masih Jadi Sarana Penyebaran Berita Hoax dan Isu SARA

0
19
Ilustrasi Berita Hoax di media sosial. Foto : Rizar

BorneOneTV – Merebaknya berita kekerasan terhadap umat muslim dan kristen di Myanmar selama beberapa tahun belakangan ini di media sosial, hingga saat ini sudah mulai menunjukan gejala provokasi bahkan penyimpangan yang terkesan mendiskreditkan pihak agama tertentu di Indonesia.

Setiap harinya, Terlihat puluhan bahkan ratusan postingan yang di bagikan oleh pengguna media sosial, sudah mampu menarik perhatian banyak pihak, meski beragam komentar dan tanggapan baik yang senada atau bahkan bertentangan.

Di kayong utara sendiri, postingan ajakan untuk berperang melawan penindasan sudah kerap terlontar, dari akun facebook masyarakat sipil, guru, aparatur pemerintah, bahkan anggota aparat keamanan, yang merasa terpanggil untuk membela saudara seagama, setelah membaca postingan dari rekan di sesama media sosial.

Melihat hal ini, Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief kurniawan mengatakan, memang apa yang terjadi disana tidak dapat dibenarkan oleh semua pihak, bahkan Pemerintah Indonesia sudah beberap kali melayangkan protes kepada Pemerintah Myanmar, yang meminta agar kasus kekerasan dapat segera diselesaikan.

“Memang betul kita semua merasa kasihan dan terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang tertindas di mana pun keberadaaanya, bahkan Pemerintah RI juga sudah mengadakan upaya dialogis kepada Pemerintah Myanmar untuk dapat membantu memulihkan keamanan di sana, agar dapat diselesaikan,” ungkapnya kepada BorneOneTV.

Terkait banyaknya postingan ajakan untuk berangkat ke Myanmar, Kapolres mengatakan itu sah-sah saja, namun seluruh warga harus memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi di sana, bukan dari berita hoax yang yang hanya memprovokasi masyarakat, yang nantinya hanya akan menimbulkan perpecahan di dalam negara kita sendiri.

“ Kalau mau berangkat ya silahkan saja, tapi harus tau dulu resiko yang akan di ambil itu, makanya harus faham akan kebenaran yang terjadi disana sebenar-benarnya, dan pikirkan apa yang terjadi kalau tidak tau medan di sana tau-tau mau berperang, akhirnya malah menimbulkan perasan benci yang dapat merusak stabilitas keamanan di dalam negeri sendiri,” paparnya dengan tegas.

Kapolres berharap, seluruh lapisan masyarakat khususnya para pengguna media sosial di Kayong Utara, dapat lebih cerdas dalam memilah dan menyaring setiap informasi yang berkembang, mencari dengan seksama dan lakukan kajian, agar dapat mengetahui pemberitaan yang sebenarnya akan apa yang terjadi di luar sana.

“Saya berhrap seluruh masyarakat, siapapun dia, apapun status pekerjaannya, untuk dapat cerdas menyaring informasi, agar tidak mudah terpancing isu yang menyesatkan, bila perlu lakukan perbandingan antar pemberitaan di media, setelah itu lakukan kajian, untuk dapat melihat setiap informasi tidak hanya dari sebelah mata, dari apa yang terjadi di luar sana”. Tutupnya. (Rizar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here