Polres Kayong Utara Akan Berantas Perburuan Liar Satwa Langka di TNGP

0
8
Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan saat memegang anak buaya dihadapan petugas TNGP. Foto : Rizar

BorneOneTV – Setelah dilakukan pelepas liaran seekor kucing batu jantan oleh petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong (TNGP) beberapa waktu lalu, Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan beserta jajarannya melakukan kunjungan ke sekretariat pengurus Taman Nasional Gunung Palong (TNGP), guna berkoordinasi terkait patroli perburuan liar, dan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas bagi para pemburu.

Pelepas liaran anak kucing batu jantan oleh petugas gabungan dari BKSDA Kayong Utara dan TNGP beberapa waktu lalu dilakukan disekitar pemandian Air Paoh, Kecamatan Sukadana. Hewan yang sudah terancam punah ditemukan warga setempat tersesat di dalam perkebunan yang berada tak jauh dari kawasan TNGP, dan diserahkan warga kepada petugas BKSDA.

Mendengar hal itu pihak kepolisian dari Polres Kayong Utara memberikan apresiasi kepada dua instansi ini, dan berjanji akan melakukan kerja sama dalam patroli rutin penjagaan kawasan taman nasional, untuk menjaga kelestarian kawasan TNGP, khususnya dari para tangan jahil yang kerap melakukan perburuan liar di kawasan ini.

“Saya sangat mengapresiasi pihak BKSD dan TNGP Kayong Utara, yang sudah beberapa kali melakukan pengamanan hewan liar yang sudah terancam punah, dan akan membangun kerja sama lintas sektoral seperti patroli bersama di dalam kawasan taman nasional, untuk dapat meminimalisir angka perburuan liar,” ungkap Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan kepada BorneOneTV.

AKBP Arief Kurniawan pun melanjutkan, Meski belum mendapatkan temuan adanya penjualan hewan liar dan perburuan di wilayahnya, namun ia berjanji tidak akan lengah dalam memberantas kasus perburuan liar di Kabupaten Kayong Utara, dan tidak akan segan-segan memberi tindakan tegas bagi para pelaku, bahkan akan menembak pelaku yang coba memberikan perlawanan saat mencoba kabur ke dalam hutan.

“Selama ini memang belum ada temuan kasus perburuan liar atau penjualan hewan di wilayah kita, namun kita berkomitmen akan serius dalam mendukung program pelestarian lingkungan, dan tidak akan segan-segan bertindak tegas jika dalam patroli menemukan para pemburu liar di kawasan taman nasional, bahkan akan kita tembak para pemburu yang melawan dan kabur saat akan di periksa,” tegasnya.

Julizal, warga pencinta alam di Kayong Utara mengatakan kepada BorneOneTV, meski pun masih ada disejumlah lokasi tertentu, perburuan hewan liar di Kayong Utara memang sudah jauh berkurang, sehingga membuktikan tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup meningkat dari tahun sebelumnya.

“Memang masih ada sesekali kita mendengar ada yang menjual hasil buruan yaitu beberapa jenis primata dan hewan lain di Kayong Utara, namun jumlahnya sudah jauh berkurang, yang menurut saya itu membuktikan bahwa masyarakat sudah sedikit faham akan pentingnya kelestarian lingkungan, bahkan sudah merasakan dampak akibat kerusakan lingkungan,” ujarnya. (Rizar)

(Visited 42 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here