KONI Kalteng Dukung Persiapan Menuju Asian Games 2018

oleh
KONI Kalteng Gelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Luwansa Palangkaraya. Foto : Riyanti

BorneOneTV – Salah satu bentuk dukungan jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah terhadap persiapan menuju Asian Games 2018, yakni dengan menggelar Focus Grup Discussion (FGD) pengumpulan data pelaku dan tenaga keolah­ragaan nasional di Hotel Luwansa Palangkaraya, Se­nin 04 September 2017.

“Diskusi ini juga bertujuan untuk meminimalisir perpinda­han atlet secara ilegal. Dapat dilihat bahwa dukungan KONI pusat sangat luar biasa. Tinggal bagaimana mengimplementasi mengikuti aturan-aturan yang sudah dibuat,” kata Ketua KONI Kalteng, Aries M Narang.

Menurut mantan Anggota DPRD Kalteng ini, dengan mengumpulkan data akan menjaga secara berkesinambungan atas pembangunan olahraga di Kalteng, sehingga para atlet bisa diawasi oleh KONI pusat. Contohnya, kalau ada atlet berprestasi bisa langsung dibantu pusat.

Bahkan kedepan, akan mempermudah dalam informasi yang diberikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Apabila atlet dayung Kalteng bisa tampil di internasional mewakili Indonesia, ini bisa diikuti oleh cabang olahraga lain.

“Saya berharap melalui kegiatan ini pengprov cabor bisa mengisi data atlet secara valid dan konkret. KONI provinsi juga pernah ke KONI pusat untuk memberikan informasi tentang atlet pelatih dan ofisial yang ada untuk bisa diketahui oleh semua orang,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman dalam sambutannya yang dibacakan Wakil I Sekjen KONI Pusat, L Wahyu Prihyanto, mengatakan kepada BorneOneTV, bahwa kegiatan tersebut dalam upaya pembinaan prestasi, dengan 7 komponen penting yang menentukan keberhasilannya, yakni kebijakan, kelembagaan, pembinaan atlet, pelaku olahraga, sarana dan prasarana, kompetisi serta anggaran.

Untuk mengetahui kecukupan dan ketersediaan dari setiap komponen, diperlukan data valid secara terkoordinasi, baku dan menyatu baik di daerah dan di pusat, maupun antara daerah dan pusat dan sebaliknya.

Saat ini harus diakui bahwa data valid yang dimiliki tentang 7 komponen tersebut, terutama yang berkenaan dengan pelaku dan tenaga keolahragaan, masih sangat belum memadai dan kurang terkoordinasi.

Kondisi nyata di lapangan seperti ini, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan keakuratan dalam menetapkan perencanaan program dan kebijakan pembinaan prestasi didukung oleh tenaga keolahragaan berkualitas dan bersertifikat.

Tetapi tidak ada kata terlambat dalam menempuh upaya perbaikan dan penyempurnaan. Terlebih lagi pada saat ini, sedang fokus menyongsong penyelenggaraan beberapa multi even khususnya Asian Games 2018.

“Saya berharap, hari ini kita bisa menghimpun data dari formulir yang telah adaxpada awal Juni 2017. Setelah itu, secara nasional segera memiliki database yang menyangkut kondisi riil tentang pelaku dan tenaga keolahragaan di provinsi yang diperlukan,” imbuhnya.(Riyanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *