Gubernur Cornelis: Mengingatkan Waspada  Kejahatan IT Dalam Dunia Perbankan

foto lay

Kuburaya ,Borneonetv. Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH mengatakan bahwa teknologi informasi (TI) yang disiapkan Pemerintah sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena dengan Cerdas menggunakan teknologi informasi mempermudah proses berbagai urusan masyarakat seperti dalam transaksi keuangan perbankan.

“Dalam menggunakan teknologi informasi pada proses penyelenggaraan transaksi keuangan, kita ini termasuk lambat. Kenapa? Karena teknologi informasi lebih banyak digunakan untuk ujaran kebencian, jadi teknologi informasi itu digunakan untuk menjelek-jelekan orang. Sebenarnya pemerintah membuat atau membeli teknologi ini untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, mempercepat suatu kegiatan, suatu proses. Bukan untuk menghina, memotong-motong pidato orang kemudian disebarkan ke youtube dan lain-lain. Sehingga penggunaan teknologi informasi untuk yang seharusnya, jadi lambat dalam perkembangannya,” kata Drs Cornelis, MH, Jumat (22/12) ketika Launching Laku Pandai Bank Kalbar di SDN 37 Jalan Primer Jeruju Besar Sungai Kakap Kecamatan Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Cornelis, teknologi informasi (IT) ini dikembangkan pemerintah dalam bidang perbankan termasuk ekonomi kreatif, untuk mempermudah berbagai proses seperti transaksi Bank. Apalagi jaman sekarang semua menggunakan siatem online bahkan sampai belanja pun sekarang sudah online.

Namun diingatkan Cornelis, dengan digunakannya IT dalam proses kegiatan perbankan harus hati-hati karena kejahatan IT juga rawan. Maka pasword sistem harus benar-benar aman. ” IT memudahkan kita dalam berbisnis, apalagi sekarang semua serba online.” Ujar Cornelis.

Kepala OJK, Moch. Riezky F. Purnomo, mengatakan Bank Kalbar adalah yang ke 10 dalam pemanfaatan Laku Pandai. OJK menargetkan tahun 2020 bisa mewujudkan target 1 juta gerakan nasional non tunai oleh Bank Indonesia.

Direktur Utama Bank Kalbar Syamsir Ismail menjelaskan, dalam rangka memperluas akses layanan dan merupakan program pemerintah yang dituangkan dalam program Strategi Nasional Keuangan Inklusif yaitu layanan keuangan tanpa kantor, Bank Kalbar selaku Bank Pembangunan Daerah mewujudkan program tersebut dengan membuka Layanan Keuangan Tanpa Kantor yang disebut Laku Pandai.

Dijelaskan Syamsir, laku Pandai adalah kegiatan menyediakan layanan perbankan yang dilakukan tidak melalui jaringan kantor yang tujuannya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum mengenal perbankan dan/atau mendapatkan layanan perbankan serta layanan keuangan lainnya.

Bank Kalbar telah mendapat izin operasional Laku Pandai tanggal 15 Desember 2017 dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Nomor:S-251/KO.0901/2017 tanggal 7 Desember 2017 Perihal Permohonan Izin Operasional Laku Pandai Bank Kalbar. (LAY).

(Visited 14 times, 1 visits today)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here