Pj Gubernur Kalbar : Budaya Lokal Perekat Rasa Persatuan

Singkawang,Borneonetv.Sejak diterapkannya kebijakan naturalisasi kewarganegaraan, Etnis Tionghoa dan kebudayaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Turut memberikan kekayaan budaya lokal, serta memperkaya keragaman Indonesia yang lebih dikenal dengan multikulturaslisme.

“Perayaan Imlek  2569  dan even Cap Go Meh 2018 sebagai salah satu wahana perekat persatuan dan kesatuan bangsa dan kebersamaan dalam dalam bingkai bhinneka Tunggal Ika. Inilah ciri-ciri dan jati diri bangsa Indonesia,” kata Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji, Kamis (15/2), ketika memberikan sambutan pada pembukaan Perayaan Imlek 2569 dan  Festival Cap Go Meh 2018, di Lapangan Stadion Kridasana Singkawang.

Dikatakannya, Provinsi Kalbar penduduknya beragam budaya dari etnis yang ada di tanah air dengan adat istiadat dan budaya latar belakang  sejarah, bahasa, kepercayaan dan keyakinan yang berbeda beda, namun tetap tumbuh dan berkembangan ditengah-tengah masyarakat, hal ini terwujud  apabila kita mengedepankan perbedaan budaya yang ada, namun melihat perbedaan  itu sebagai  kekayaan budaya.

“Mari kita tumbuhkan serta selalu memelihara rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pada perayaan hari besar Keagamaan maupun pada event kebudayaan daerah,” ajaknya.

Indonesia adalah negara yang besar dengan beragam Suku, Budaya, Agama dan Kepercayaan, ditengah keberagaman tersebut Indonesia masih bersatu dan kokoh hingga kini, sudah sepantasnya kita harus tetap  menjaga persatuan, persaudaraan dan toleransi dalam masyarakat dan bernegara. Pengertian  Multikulturalisme mengandung  nilai  toleransi untuk menerima dan menghargai budaya orang lain, kendati memiliki kebudayaan yang berbeda, kemajemukan penduduk Kalbar telah membuat daerah ini menyimpan potensi budaya yang unik dan luhur, sehingga  apabila dikemas dengan baik akan menjadi  asset   yang tak  ternilai harganya guna meningkatkan  pendapatan daerah dan pengembangan industri pariwisata,” tambah Dodi.

“Kalbar memiliki peluang yang besar untuk membangun dan  mengembangkan paket wisata budaya dan religi, karena memiliki keraaman etnik, selian itu memeliki wisata alam, hari sera wisata argo yang ditunjang letak geografis yang strategi yang memiliki akses darat dengan Sarawak, Malaysia Timur, ‘Imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, perayaan Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018, merupakan perayaan spetakuler, melibatkan berbagai etnis dalam kepanitiaan dalam pertunjukan berbagai kesenian, selain itu kerja sama segenap jajaran pemerintah dan forkofimda Kota Singkawang yang didukung semua lapisan masyarakat.

(Visited 28 times, 1 visits today)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here