Supermen: Memimpin Dengan Hati

0
14
foto Calon Walikota bersama warga

PONTIANAK-BorneoneTV. Satu pekan pelaksanaan kampanye dialogis, pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Pontianak, Harry Adrianto-Yandi, atau HY, menerima berbagai permasalahan dan masukan dari warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Pasangan calon nomor urut 1, diusung Partai Hanura, PPP, dan PAN ini mendapatkan apresiasi masyakarat, khususnya masyarakat di dalam gang-gang yang temui Harry Adrianto.
Calon Walikota (Cawako) Pontianak Harry dalam blusukan, Selasa (20/2) 2018, di Gang Nusa Abadi, Jalan Tanjungraya 2, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, mendengar langsung ganjalan warga setempat, yang selama ini tak tersalurkan.
Dadang misalnya, mengungkapkan masalah tarif Bea Balik Nama (BBN) sertifikat tanah. Dia mengaku mahalnya tarif BBN Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah sudah disampaikannya kepada pemerintah setempat, namun tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
“BBN mahal, pak. Sampai puluhan juta. Kami bukan minta gratis, yang wajarlah. Penduduk di sini pekerjaannya buruh, makannyasenin-kamis,” ujar Dadang.
Persoalan lain diungkapkan Samsudin. Dia menyoroti proyek pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dikerjakan tapi kualitasnya rendah.
“Padahal, uangnya dari rakyat,” ungkap Samsudin.
Tokoh warga setempat, Imam menginginkan pasangan calon nomor urut 1 dengan tagline: Muda, Bersih, Bijaksana, itu kelak saat memimpin Kota Pontianak, memberikan perhatian lebih kepada rumah ibadah.
Imam mengutarakan, warga Gang Nusa Indah saat ini secara swadaya sedang membangun masjid At Taqwa, tak kunjung rampung.
“Kami swadaya sendiri membangun masjid At Taqwa, sekarang masih angin-anginanpembangunannya. Hal ini perlu jadi perhatian bapak Harry kalau memimpin nanti,” ujar Imam.
Menanggapi masalah yang disampaikan warga Nusa Indah, Cawako Harry mengakui telah banyak menerima persoalan yang sama dari warga Kota Pontianak.
Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan peningkatan ekonomi warga Kota Pontianak menjadi prioritas utamanya bersama pasangannya, Yandi.
Dalam hal pembangunan infrastruktur, Harry menegaskan akan menerapkan diskresi pada camat dan lurah.
“Camat dan lurah bukan lagi sebagai jembatan dalam pemerintahan. Mereka penguasa dalam pembangunan,” ujar Harry.
Dijelaskannya, camat dan lurah akan diberikan kewenangan dan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan di wilayah kerjanya.Lurah yang menjabat mesti berasal dari kelurahan, kecamatan yang dipimpinnya, agar lebih dekat dan mudah komunikasi dengan warganya.
“Saya akan bekerja di kantor camat, kantor lurah yang banyak persoalan tak terselesaikan,” kata Harry.
Mendengar hal itu, warga yang berkumpul sejak pukul 5 sore, sontak menyatakan setuju.
Dengan dilepas tabuhan gendang kelompok Kasidah Gang Nusa Indah, Harry Adrianto bersama tim relawan yang dikoordinatori Solihin, dan politisi Amirudin dari Partai Hanura, melanjutkan kampanye dialogis dengan warga Gang Nusa Indah.
Puluhan pendukung telah menanti kehadiran Cawako Harry Adrianto dengan antusiasme di rumah Maman Kepay.Di hadapan pendukungnya, Harry “Superman” Adrianto mengatakan kehadirannya di tengah-tengah warga saat ini, lebih banyak mendengar daripada membicarakan program kerjanya.
“Bapak, ibu silakan bertanya apa saja kepada saya,” kata Harry memulai awal dialognya dengan warga Nusa Indah, Kelurahan Parit Mayor.
Rudi menginginkan pasangan Harry-Yandi fokus menyelesaikan persoalan warga di antaranya, air bersih, akses jalan, pendidikan, dan penerangan.
Harry mengungkapkan, persoalan tersebut sudah ditelaahnya.
“Saya akan membentukan badanCorporate Social Responsibility(CSR) dari perusahaan yang ada di Kota Pontianak,” tegas Harry.
Dana CSR, Harry menjelaskan, akan dikelola secara profesional, transparan, akuntabel.
“Dapat dipertanggungjawabkan dananya, se-sen pun akan dipertanggungjawabkan, dan dimanfaatkan untuk masyarakat, termasuk persoalan tadi,” kata Harry.
Harry kembali mengingatkan warga, dalam hak pilihan agar sesuai hati nurani dan keikhlasan.
“Jangan jadikan kehadiran saya beban pada bapak dan ibu. Saya dari keluarga seperti bapak dan ibu. Tahu bagaimana rasanya kekurangan ekonomi. Di masa kampanye ini saya tidak banyak berjanji, tapi lihat saja nanti, bagi yang sudah mengenal saya pribadi, tahu seperti apa saya. Saya tidak meminta untuk jadi walikota, ini amanah dari Allah melalui partai pendukung saya. Rakyat keinginannya sederhana, dekat dengan pemimpin. Pemimpin mestinya memimpin dengan hati,” kata Harry.
Pernyataan Harry langsung direspon, ibu Long.“Saya yakin bapak Harry, jadi walikota. Karena  bapak‘Superman’ , saya yakin bapak mampu menyelesaikan masalah.Hidup Harry-Yandi,” kata ibu Long, mengundang tawa warga yang hadir.  (salam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here