Lalu Lintas Urat Nadi Perekonomian

foto waka Polres sekadau melakukan penyematan kepada anggota dimulainya operasi Lalu lintas

Sekadau-BorneoneTV. Waka Polres Sekadau Kompol H. Adiono Dwi Waluyo, S.Ik mengatakan, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu Negara. Oleh sebab itu katanya, pemeliharaan kamseltibcarlantas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu  lintas merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern,” kata Adiono, membacanya amanat dari Kakorlantas Polri, di apel gelar pasukan, di halaman Mapolres Sekadau, Senin (5/3).

Oleh sebab itu Polri khususnya Polantas bersama stakeholder dan pemerintah jelas Adiono, memiliki jawab yang sama untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

“Sehingga dianggap perlu melaksanakan operasi Kepolisian dibidang lalu lintas untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya. Maka perlu adanya operasi keselamatan tahun 2018,” papar Adiono.

Diakui Adiono, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas.

“Mencermati hal tersebut di atas, diharapkan jajaran korlantas polri mampu mempersiapkan langkah – langkah antisipasi baik secara taktis teknis maupun strategis, agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi dapat diminimalisir  sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang mantab,” paparnya.

Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa :

– tilang tahun 2016 sejumlah 6.272.375  kasus dan pada tahun 2017 sejumlah 7.420.481 kasus atau ada kenaikan trend (15,47 %).

– teguran  tahun 2017 sejumlah  3.225.098 pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada kenaikan trend (31 %).

– jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian dan pada tahun 2017 sejumlah 98.419 kejadian atau ada penurunan trend (-7 %).

– korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 25.859 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 24.213 orang atau ada penurunan trend (- 6 %).

– korban luka berat tahun 2016 sejumlah 22.939 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 16.159 orang atau ada penurunan trend (-30%).

– korban luka ringan tahun 2016 sejumlah 129.913 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 115.566 orang atau ada penurunan  trend (-4%).

– kerugian rupiah tahun 2015 sejumlah rp. 226.416.414.497,- dan pada tahun 2016 sejumlah rp. 212.930.883.536,- atau ada penurunan trend (-6%). (boy)

 

(Visited 34 times, 1 visits today)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here