Dibilang “Bangkai” Assisten 1 Setda Sanggau Akan Di Laporkan Jaksa Kepolisi

0
22

Sanggau,borneonetv.Rapat lintas sektoral di aula Kantor Bupati Sanggau berbuntut panjang pasalnya  Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Sanggau, Wilibrodus Welly yang melontarkan kalimat  ‘Penuntut umum bangkai, duit saya habis diperas’.di dalam forum tersebut.

Atas pernyataan yang tak layak dilontarkan Ass 1Setda Sanggau itu Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau akan membawa kejadian ini ke ranah hukum. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sanggau, M Idris F Sihite, mengatakan”Saya mendapat laporan dari Kasi Intel Kejari Sanggau yang diutus sebagai perwakilan dalam rapat tersebut. Sementara Wilibrodus mewakili Pjs Bupati Sanggau dan memimpin langsung acara tersebut,” katanya kamis(24/5).

Kajari menuturkan kronologis kejadian,dalam rapat itu Wilibrodus menyebut ‘Penuntut umum bangkai, duit saya habis diperas’. Selanjutnya, Kasi Intel menyampaikan keberatan dan ketersinggungannya dan langsung melakukan walk out dari rapat tersebut.

“Kami menyayangkan pernyataan Wilibrodus selaku asisten satu yang mewakili Pjs Bupati Sanggau di acara koordinasi Ramadan dan jelang Idulfitri yang menghina institusi kejaksaan dengan kata-kata yang tidak pantas, disebutkan dalam forum resmi seperti kemarin,” kata Idris.

Ia menilai, pernyataan yang disampaikan pada forum sudah keluar dari konteks pertemuan tersebut. Kajari berpendapat Wilibrodus memanfaatkan forum tersebut untuk kepentingan pribadinya terkait dengan kasus narkoba yang melibatkan anaknya.

Kajari menegaskan pernyataan tersebut tidak seperti yang sebenarnya. Pernyataan yang disampaikan di dalam forum tersebut juga merupakan perspektif Wilibrodus secara pribadi terkait kasus anaknya yang terjerat narkoba dan ditangkap dengan mengendarai mobil dinas atau fasilitas negara.

Dia kemudian menjelaskan mengenai kasasi JPU, seperti yang dikomentari oleh Wilibrodus, menurutnya kasasi sudah sesuai dengan aturan. “Karena kami memiliki SOP, apabila unsur pasal yang kami buktikan diputus berbeda oleh hakim pada tingkat pengadilan tinggi termasuk hukumannya, maka kami wajib melakukan kasasi,” terangnya.Atas peristiwa tersebut, Kajari mengatakan, phaknya akan melakukan langkah hukum.

“Setidaknya kami akan melaporkan sesuai ketentuan Pasal 310 atau pasal-pasal lain dalam KUHP yang dianggap relevan. Besok kami akan melaporkan kasus penghinaan ini kepada kepolisian,” ujar dia.

Kajari juga menegaskan yang bersangkutan dengan statemennya yang tidak profesional menggambarkan sebagai pejabat yang tidak patut diteladani telah menyerang institusi (kejaksaan), telah menyerang jaksa penuntut umum yang berusaha profesional menangani perkara,” tegasnya.(JB)

(Visited 93 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here