Pj Gubernur Kalbar Ajak Perangi Terorisme

0
6
Kubu Raya,Borneonetv. Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM mengajak masyarakat untuk memerangi terorisme, karena belakangan ini munculnya herbagai aksi Bom bunuh diri yang meresahkan masyarakat yang mengatasnamakan agama. Sangat kita sayangkan tindakan tidak bertanggung jawab yang telah memakan korban yang menyasar masyarakat yang tidak bersalah.

“Sungguh tindakan terorisme ini merupakan kejahatan yang tidak bisa dibenarkan dan semua agama sepakat menolak terorisme apapun alasannya. Saya mengajak semua unsur masyarakat ikut memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kebhinekaan,” kata Drs Dodi Riyadmadji, MM, Kamis (31/5), saat Silaturahmi Bersama Ulama dan Umaro untuk Kalbar Aman di Pondok Pesantren Darul Ulum di Kubu Raya.

Hal lain, masih kata Dodi Riyadmadji, beberapa hari yang lalu telah terjadi tindakan yang sangat disayangkan. Dimana adanya pengakuan seorang mahasiswa yang membawa bom disalah satu maskapai penerbangan.

Tindakan tersebut secara tidak langsung sangat membahayakan keselamatan penumpang dan telah merugikan banyak pihak. “Saya berpesan sekaligus menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyampaikan candaan atau gurauan yang berlebihan selama didalam pesawat maupun ditempat lain yang tidak sepatutnya,” pesanya.

Pj Gubernur Kalbar juga berharap kepada Para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar dapat berperan secara positif untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

“Kepada para ulama, da’i, tokoh masyarakat dan para pemuda saya himbau agar terus menjadi pelopor dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat dengan menyampaikan pecan-pesan menyejukan, menyentuh hati dan menghindari perbedaan,” harapnya.

Disamping itu, ia juga berpesan kepada generasi muda, agar tidak menyianyiakan kesempatan Ramadhan ini dengan perbuatan yang tidak bermanfaat dan mencelakakan diri sendiri seperti balapan liar, bermain petasan, apalagi sampai menjurus pada perbuatan yang melanggar norma-morma sosial dan hukum seperti penyebaran ujaran kebencian (Hoax), kriminalitas, minuman keras bahkan narkoba yang dapat merusak mental dan akhlak generasi muda.

“Saya menghimbau kepada para orang tua, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif membentengi para generasi muda terutama para santri-santri dari haI-hal negative dengan menanamkan dan mewariskan nilai-nilal keagamaan secara terus menerus agar umat dapat memahami makna ajaran agama secara benar dan terarah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang taat melaksanakan ajaran agamanya dengan rukun, damai dan sejahtera,” imbuhnya.

Dikatakannya, Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dengan berbagai kelebihan dan keutamaan yang besar di dalamnya karena merupakan bulan pengampunan dan bulan berkah bagi Umat Islam. Disamping itu juga, Bulan Suci Ramadhan merupakan perwujudan rasa solidaritas yang tinggi kepada umat dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman, sekaligus Sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman, memperkuat ketaqwaan dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama.

“Untuk mengisi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Saya mengajak kita semua untuk sama-sama memperbaiki diri Iahir maupun bathin sehingga ibadah puasa yang kita jalankan dapat dilaksanakan secara sempurna,” ajaknya.

Menjadi semakin indah dan bermakna bagi umat muslim, apabila bulan Ramadhan dimaknai sebagai kesempatan emas untuk saling memaafkan, saling menghormati, sekaligus sebagai wahana pembaharuan diri melalui pikiran dan tindakan yang mulia yang teraktualisasi nyata melalui perbuatan amal seperti memakmurkan tempat ibadah dan juga memperbanyak membaca Qur’an serta mengerjakan perbuatan baik lainnya dengan membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dengan Zakat dan Sadeqah karena pada hakikatnya sebagian dari rezeki yang kita dapatkan ada hak orang lain di dalamnya.

“Kami juga mengajak kita semua untuk lebih dapat mengedepankan kasabaran dan keikhlasan. Janganlah menjadikan puasa sebagai alasan untuk mengurangi produktivitas kerja karena alasan haus dan dahaga akan tetapi anggaplah sebagai sebuah ujian yang harus dijalani dengan ikhlas dan sabar ,” ujarnya. (Lay).

(Visited 22 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here