3763 Ekor Kepiting Betina Akan Diseludupkan Kejagoibabang Berhasil Digagalkan .

0
152

Pontianak, BorneoneTV . Team Tindak Unit 2 Subdit Gakkum Dit Polair Polda Kalbar berhasil menggagalkan uoaya penyelundupan Kepiting Bakau ke Malaysia melalui jalur perbatasan, senin ( 2/7/2018).Kanit Tindak Unit 2vSubdit Gakkum Dit Pol air Polda kalbar ,Ipda Lutfi ,”terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang langsung di tindak lanjuti oleh team Tindak unit 2 Subdit Gakkum Dit Polair Polda Kalbar dengan melakukan Penyelidikan atas dugaan adanya aktivitas kegiatan pengeluaran Kepiting Bakau ke Malaysia secara ilegal.

Sekitar pukul 19.00 Wib team Tindak unit 2 Subdit Gakkum Dit Polair Polda Kalbar mulai bergerak, melakukan pembuntutan terhadap kendaraan Pick Up Daihatsu Grand Max  putih yang bergerak cepat dari arah pontianak hendak menuju Kabupaten Bengkayang, yang mana terlihat kendaraan Pick Up tersebut syarat dengan muatan Bok Seterofom yang tertutup rapi oleh plastic terpal.

Selanjutnya, sekitar pukul 02.19 Wib (3/7/2018) dini hari, saat melintas di Jalan Raya Sanggau Ledo Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, kendaraan Pick Up tersebut dapat diberhentikan oleh Tim dan langsung dilakukan pemeriksaan terhadap sopirnya yang diketahui bernama ISKANDAR, didampingi oleh AGUS BOWO.Dari pengakuan kedua saksi , barang illegal tersebut milik bos dan cukong bernama Abi ,warga kota Pontianak .

Hasil dari pemeriksaan di TKP, kendaraan Pick Up tersebut bermuatan Kepiting Bakau sebanyak 44 (empat puluh empat) dus serta membawa Kerang sebanyak 5 (lima) karung, tanpa dilengkapi dokumen (sertifikat Kesehatan Ikan), yang selanjutnya lansung digiring ke Kantor Dit Polair Polda kalbar di Jln. Khatulistiwa Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah di lakukan koordinasi dan pemeriksaan dengan Dinas Karantina Ikan Provinsi Kalbar, diketahui jenis kepiting tersebut berjenis KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP) yang secara keseluruhan dalam kondisi Bertelur (betina) dengan berat rata-rata 300 (tiga ratus) gram per ekor dg total 3763 ekor.

Pelaku diduga melanggar Pasal 88 Jo. Pasal 16 subsider pasal 90 jo. Pasal 21 UU no. 31/2004 ttg Perikanan yang mana “Setiap orang yang dengan sengaja memasukan, mengeluarkan, mengedarkan,dan atau memelihara ikan yang merugikan masyarakat, pembudidayaan ikan, sumber daya ikan, dan atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam, dan/atau ke luar wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal16 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”

Saat ini barang bukti berupa 1(satu) unit mobil pick up Daihatsu Grand max warna putih, Kepiting bakau 44 boks dan Uang sisa operasional sebesar Rp. 800.000,-  telah diamankan guna proses lebih lanjut. (Dd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here