Oknum PNS PU Mempawah ,Terbukti Menggelapkan Dana Pengadaan Cengkeh

0
98
Take ;Oknum PNS PU Mempawah Diancam pasal 378

Mempawah ,borneonetv .- Sidang ke empat terkait kasus penggelapan dana cengkeh  dengan dana ratusan juta rupiah dan terdakwa adalah salah satu Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah Kalimatan Barat Edi Hartono,yang saat ini duduk di kursi pesakitan. sudah disidangkan untuk ke empat kalinya di Pengadilan Negeri Mempawah dengan ketua majelis hakim I Komang Dede Prayoga didampingi dua hakim anggota Erly Yansyah dan Arlian.

Apalagi pada sidang ke empat yang digelar pada senin (16/7/2018) beberapa hari yang lalu,agendanya mendengarkan keterangan duq orang saksi  diantaranya arif qgus dan abdullah. Berdasarkan keterangan saksi terungkap adanya kejahatan terencana Pasal 378 oleh terdakwa Edi Hartono dengan berdalih berbisnis jual beli cengkeh dengan bermodalkan ratusan juta rupiah yang di serahkan oleh korban kepada terdakwa dengan bukti kwitansi yang lengkap.

Dalam keterangan saksi arif agus mengatakan dalam persidangan, dirinya hanya sebagai karyawan ikut bekerja sebagai kuli yang di bayar oleh terdakwa edi hartono, dirinya pun menyangkal jika pernah mengantarkan cengkeh ke rumah korban sebanyak  satu ton.

“Saya waktu itu di suruh pak edi hartono (terdakwa) untuk mengantarkan cengkeh ke rumah bapak haji yandi (korban) sebanyak empat karung,”aku arif saat di tanya jaksa penuntut umum dalam persidangan.

Arif menjelaskan kepada hakim ketua persidangan, dirinya sudah lupa hari dan waktunya saat mengantarkan cengkeh sebanyak empat karung itu ke rumah korban,

“Saya lupa harinya waktu mengantarkan cengkeh empat karung itu.tp saya tidak pernah mengantrkan cengkeh lebih dari itu yang dibicarakan oleh pak edi hartono,dan perjanjian untuk sekali antar cengkeh saya akan di bayar RP 150.000 itu pun sampai sekarang belum di bayar oleh pak edi,” ungkapnya.

 

Dalam persidangan yang ke empat kasus pnggelapan dana cengkeh untuk mendengar keterangan dua orang saksi ini, jaksa penuntut umum memberikan beberapa pertanyakan kepada saksi terkait berawal bisnis serta digelapkannya uang ratusan juta milik korban.

Sidang keterangan saksi yang berjalan selama proses persidangan tiga jam ini berjalan dengan lancar. JPU serta hakim ketua dan hakim anggota pun melontarkan beberapa pertanyaaan kepada para saksi yang di jawab dengan jujur.

Usai dua orang saksi ini dimintai keterangan tiba-tiba terdakwa edi hartono sempat membantah atas keterangan yang dilontarkan oleh para saksi

“Ijin pak hakim ketua boleh kah saya melajukan pertanyaan kepada ke dua saksi ini, karena mwnurut saya keterangan mereka ini tidak sesuai yang di antarkan cengkeh ke rumah haji yandi,” bantah terdakwa.

melihat gelagat terdakwa yang merasa keterangan saksi itu tidak benar hakim ketua pun melakukan pertanyaan kepada dua orang  saksi ini yang sesuai dengan perkataan terdakwa. Tetapi pengakuan para saksi ini tetap mengatakan mereka mengantarkan cengkeh sesuai yang di antar.

Penggelapan uang ratusan juta terkait bisnis cengkeh yang dilakukan terdakwa Edi Hartono terbukti sesuai dengan fakta di dalam persidangan yang disampaikan saksi korban.

Dimana terdakwa secara berencana bersama   Sutiyasnsah yang merupakan karyawan Edi Hartono sengaja melakukan wanprestasi dan tidak berkomiten menyerahkan cengkeh senilai Rp300 juta kepada korban.

Sidang Dipimpin  hakim ketua ,I Komang Dede Prayogo SH Didampingi 2 Hakim Anggota Arli Yansah  SH dan Ariyanto SH,Mh ,Sidangn akan di lanjutkan hari selasa (24/7/18) dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum.(Tim )

 

(Visited 83 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here