Bayi Dibunuh Ayah Angkat, Kapolda: Hukum Seberat-beratnya

0
117
Take :ainun bayi 4 tahun dibunuh ayah tirinya

Kuburaya ,borneonetv . Ainun Maya (4). Bayi perempuan ini sungguh malang nasibnya ,bayi tak berdosa  dibunuh oleh ayah angkatnya bernama Ibrahim Taufik alias Taufik Abdul Jaul,gara gra hal sepele

Diketahui, korban tinggal bersama ayah angkat dan ibu kandungnya di Jalan Sungai Durian Laut, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya,  Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ainun Maya meregang nyawa akibat penganiayaan berat ayah angkatnya. Menghembuskan napas terakhir  pada Mingggu, 5 Agustus 2018.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs  Didi Haryono SH MH, mengutuk keras aksi bejat seorang ayah angkat bunuh bayi berusia 4 tahun.”Orang seperti ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diproses hukum dengan sanksi hukuman yang seberat-beratnya. Psikologinya, rencanana nanti kita test seperti apa,” kata Drs  Didi Haryono SH MH.

Berdasarkan kronologi, korban mengalami penganiayaan berat oleh ayah angkatnya pada kamis (2/8/2018) pukul  10.10 WIB. Pada saat itu, pelaku bangun dari tidur. Lalu kemudian langsung keluar rumah memasukan burung peliharaan.

Pelaku melihat anak angkatnya itu matanya kelap kelip. Dan kemudian, menyuruh anak angkatnya bangun. Lalu korban  duduklah di tempat tidurnya.  Sedangkan  pelaku bertanya kepada korban, “kenapa membohongkan ayah?” Akan tetapi, korban hanya diam. Hal itulah membuat ayah angkatnya kalap mata alias emosi.  Pelaku spontan marah langsung mengambil bantal guling yang ada di dekat korban dan memukulkannya kearah wajah sebelah kanan.

take ; pelaku pembunuh Bayi 4 tahun harus dihukum seberat-beratnya

Akibat dari pukulan bantal guling tersebut, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi bayi itu bangun dan duduk lagi dan kembali ayah angkatnya itu memukul ke arah kiri wajah anak angkatnya . Akibat pukulan kedua kali, kepala Ainun membentur ke lantai, tetapi lagi-lagi Ainun bangun kembali dan duduk Iagi di lantai. Pelaku memukulkan bantal guling kearah kepala belakang korban. Akibatnya korban terjatuh tersungkur dan kepala bagian depannya mengenai lantai.  Korban kembali bangun dan duduk Iagi dan kemudian pelaku kembali memukulkan bantal guling kearah wajah depan Ainun sehingga jatuh terlentang dan kepala bagian depan kembali membentur lantai .

Tidak habis disitu ,pelaku kembali melakukan penganiyaan  Ainun sudah tidak berdaya dan mengangkatnya kemudian membantingnya ke lantai dan kemudian Ainun diinjak bagian perut, dada serta mencekik lehernya seraya mengangkat keatas dan kembali di banting ke lantai. Dan kembali  pelaku membanting korban ke lantai dan kepala membentur kayu, tak lama kemudian istri pelaku bernama  Agus Kartina datang, langsung membawa korban yang pingsan RS AURI. Dari RS AURI, korban dirujuk ke RSU St Antonius dan dirawat di kamar ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Akhirnya  korban, menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (5/8/2018) pukul 10.00 WIB.

Pada Sabtu (4/08 .) Pelaku diamankan anggota unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak dan  dlakukan olah TKP di )lokasi kejadian.Polresta Pontianak menjerat ayah angkat almarhumah Ainun Maya (4) Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang    Perlindungan Anak.(Tim )

 

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here