NCW Kalbar Desak Instansi terkait dan Institusi Hukum usut Tuntas Terkait Matinya Ribuan Ekor Ikan

0
85
take : warga dihebohkan dengan Ribuan Ekor Ikan mati Disungai

Pontianak ,Borneonetv .NCW  investigator Kalimantan barat telah menurunkan anggota investigator NCW  Kalimantan barat yang profesional melacak keberadaan pengolahan limbah pabrik sawit PT.Perdana  Sawit Plantation (PT. PSP ) yang berada di desa Nanga Merkak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang pada tanggal 05 agustus 2018 selama 5 jam melakukan pemantauan  mulai dari jam 11.oo – 15.00 wiba.

Data yang dapat dihimpun ternyata ada indikasi penyebab ikan – ikan di Sungai Merkak bermatian dengan jumlah ribuan ekor  ikan mati terapung  di sungat merkak tersebut ,diduga tercemar limbah pabrik sawit PT.PSP Menurut Investigator NCW kalbar Ibrahim MYH kepada Media ,Selasa Siang (7/8 ), pencemaran limbah yang lebih patalberada didaerah  dusun  Lubuk Rasau, dusun Menamar dan dusun Merkak, berada di wilayah Desa Nanga

Take Limbah Sawit milik PT.PSP yg mencemari sungai

Merkak, Kecamatan Ketungau hilir, Kabupaten Sintang.NCW investigator Kalimantan barat telah menyampaikan informasi perihal  tercemarnya sungai merkak yang diduga akibat limbah  PT .PSP tersebut kepada Dinas lingkungan Hidup Provinsi Kalimabtan barat, Polda kalbar, Kapolres Sintang pada tanggal 05 agustus 2018 lalu ,Namun  apakah hal tersebut ditindak lanjuti..dipertanyakan Ibrahim MYH ,sambil mengerutkan alis .

Lebih lanjut di pertanyakan NCW kalbar  jika  mengacu kepada undang – undang republik indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup, bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28 h undang – undang dasar 1945,. hak kewajiban dan larangan bagian kesatu, hak pasal 65 point (1).setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia.

ketiga di dalam undang – undang ini tentang larangan, pasal 69, point (1).setiap orang dilarang : a. melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. point (e). membuang limbah ke media lingkungan hidup.

Selain itu dapat diketahui, bab xi, peran masyarakat, pasal 70, point (1).masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas – luasnya untuk berperan aktifdalam perlindungandan pengelolaan lingkungan hidup. point (2).peran masyarakat berupa : a.pengawasan sosial, b.pemberian saran, pendapat, usul, keberatan, pengaduan, dan/atau c.penyampaian informasi dan/atau laporan. bab xii pasal 109, setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin.lingkungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan denda paling sedikit rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). pasal 110, setiap orang yang menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusunan amdal sebagaimana dimaksud dalam 69 ayat (1) hurup i, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). pasal 111, (1).pejabat pemberi izin lingkungan yang menerbitkan tanpa dilengkapi dengan amdal atau UKL –UPL  sebagaimana dimaksud dalam padal 37  ayat (1) dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). (2).pejabat pemberi izin usaha dan/atau kegiatan yang menerbitkan izin lingkungan .

Sebagaimans dimaksud dalan pasal 40 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). perlu dipertanyakan, apakah berdirinya pabrik sawit PT.PSP  tersebut sudah meliki izin sebagaimana yang dimasud pada pasal 109, 110 dan 111 di dalam ketentuan undang – undang republik indonesia nomor 32 tahun 2009 tantang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here