Kapen: Skadron Udara 1 Sukses Latihan Kilat Cakra di Papua

0
73
take Letkol Pnb Supriyanto Pimpin Skadron Udara 1 Latihan Tempur di Lanud Manuhua

Kubu Raya-Borneonetv,  Satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatulistiwa telah kembali ke home base di Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Kamis (9/8). Kembalinya sang elang tempur ini, setelah sepekan lamanya mengangkasa di langit Bumi Cendrawasih, Papua.

Dipimpin langsung oleh Komandan Skadron (Danskadud), Letkol Pnb Supriyanto, satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200 tersebut sukses saat ikut latihan tempur di Lanud Manuhua, Biak. Latihan tempur dengan sandi “Hanud Kilat Cakra D Tahun 2018”, jadi ajang unjuk kemampuan para penerbang tempur Skadron Udara 1.

“Alhamdulillah, kami sudah menyelesaikan misi dengan baik. Bahkan bisa kembali landing di Lanud Supadio dengan selamat. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” kata Danskadron 1, Letkol Pnb Supriyanto, Jumat (10/8).

Adapun rute kembali yang ditempuh satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200 tersebut adalah Lanud Manuhua, Biak menuju Lanud Pattimura, Ambon. Dari Lanud Pattimura terbang ke Lanud Haluoleo, Kendari. Sempat menginap semalam, pada pagi Kamis (9/8), sang Elang Tenpur terbang menuju Lanud Syamsuddin Noor, Banjarmasin.

Sebelum mendarat di Lanud Syamsuddin Noor, tiga pesawat tempur taktis tersebut sempat flypass di atas langit Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarmasin. Kehadiran tiga pesawat kebanggaan Lanud Supadio tersebut, tentu saja jadi tontotan menarik masyarakat, termasuk para pelajar.

“Kita sempat atraksi tempur, seperti terbang sangat rendah dengan formasi tiga pesawat dan flypass menukik. Hal ini dilakukan untuk menghibur masyarakat Banjarmasin, agar mereka tahu bahwa Indonesia, punya kekuatan militer yang baik,” tutur Letkol Pnb Supriyanto.

Selain aktif pada latihan Hanud Kilat-Cakra D 2018 di Lanud Manuhua, Biak Numfor, penerbang Skadud 1 bersama Pesawat Hawk 100/200, juga mengemban misi dalam latihan “Elang Jelajah”. Latihan ini diawali penerbangan dari home base Elang Khatulistiwa Pontianak, menuju ke Lanud Dhomber Balikpapan, Kaltim, selanjutnya ke Lanud Sam Ratulangi Manado.

“Kemudian kami melanjutkan penerbangan ke Lanud Pattimura Ambon, dan puncaknya saat latihan Hanud Kilat-Cakra di Lanud Manuhua, Biak. Latihan Elang Jelajah merupakan program kerja tahunan Skadud 1 dengan kegiatan patroli ke satuan-satuan di Indonesia,” kata Danskadron.

Mengenai skenario latihan Hanud Kilat Cakra D 2018 di Lanud Manuhua, Biak, Danskadron 1 menjelaskan, bahwa latihan tersebut dipimpin oleh Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) IV Biak, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Jerry S Koloay.

Selain kehadiran Satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200, latihan tersebut juga melibatkan Boing 737 TNI AU dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Heli Skadron Udara 8 Lanud Atang Senjaya Bogor, Pesawat Hercules C-130 Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, serta 583 personel.

“Latihan Kilat-Cakra dimulai 2-7 Agustus. Dibagi dua bagian, yaitu Latihan Kilat pada 2-4 Agustus, dan Latihan Cakra 6-7 Agustus. Dua latihan ini dikombinasikan pada komunikasi sistem radar, sistem komunikasi bersama, dan pertahanan udara dengan senjata,” kata Letkol Pnb Supriyanto.

Latihan Kilat Cakra D 2018 merupakan program kerja Kosek Hanudnas IV untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU dalam mengemban tugas pokok, yaitu menjaga kedaulatan wilayah udara paling Timur Indonesia yang meliputi Maluku-Maluku Utara, Papua dan Provinsi Papua Barat.“Ada pula empat satuan radar dari Lanud Manuhua Biak, Lanud Silas Papare Jayapura, Lanud Johanes Abraham Dimara Merauke, dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika,” lanjut Danskadron.

“Selama operasi Latihan Cakra Kilat D 2018, ada pula skenario demo penanggulangan teror prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, static show, lomba mewarnai, paramotor dan pameran,” pungkas Letkol Pnb Supriyanto. (Lay).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here