Merasa Ditipu, Sebelah TKI Asal Aceh Kabur Dengan Berjalan Kaki Melewati Hutan.

0
77
take :Serah terima pemulangan warga Aceh yang diduga korban perdagangan manusia tersebut dilakukan di Polsek Entikong,

Entikong, BorneoneTV. Anggota DPD RI Dapil Aceh Sudirman, memfasilitasi para pemulangan 11 TKI dari daerah Langsa, Meulaboh dan Lhokseumawe,Provinsi Aceh yang sempat terlantar di Entikong Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Sebelas TKI yang merupakan praktek korban dari ‘perdagan manusia’ yang masih sering terjadi di Provinsi Kalimantan Barat ini, langsung dijemput tim Kantor Sekretariat DPD RI Kalimantan Barat serta dilakukan serah terima pemulangannya di Polsek Entikong, pada hari selasa (28/8/2018).

Masih marak nya praktek perdagangan manusia ini, di karena provinsi kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tengga, Malaysia dan Brunai Darussalam, dimamfaatkan oleh para cukong TKI illegal dalam melakukan aksi kejahatannya.

Atas kejadian yang sering terjadi tersebut, agar menjadi pelajaran. Jagan mudah percaya janji ataupun iming-iming untuk pekerjaan diluar negeri yang menghasilkan gaji besar. Kalau mau bekerja di luar negeri, ikuti prosedur yang resmi,” pesan Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda kepada belasan eks pekerja migran ini.

Koordinator P4TKI Entikong Victor Fernando menyarankan ke sebelas eks TKI untuk menempuh prosedur yang resmi jika ingin kembali bekerja ke luar negeri. Saat ini pemerintah telah menyiapkan banyak kemudahan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri secara resmi.

Victor juga menyarankan, jangan pernah percaya dengan iming- iming pekerjaan dan gaji yang besar dari para agen atau cukong TKI yang tidak bisa di percaya. Jika ingin kembali bekerja ke luar negeri ikuti prosedur yang resmi supaya terlindungi haknya,” jelas Victor.

Kesebelas orang TKI Aceh yang berangkat ke malaysia lewat perantara agen penyalur tenaga kerja tidak resmi bernama Hengki di Langsa, Aceh ini, kabur dari tempatnya bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Miri, Malaysia karena tidak mendapatkan upah yang sesuai dengan perjanjian, mereka hanya memperoleh gaji bersih 5 RM per hari, setalah di potong biaya listrik, makan dan tempat tinggal.

Merasa ditipu, mereka memilih kabu dari tempatnya bekerja dengan berjalan kaki berhari- hari melewati hutan belantara, karena takut di tangkap oleh otoritas keamanan Malaysia. Dan setibanya di Entikong, mereka ditampung di salah satu rumah warga, yang kemudian di tampung di Mapolsek Entikong.

Diana Ermaya Koordinator Staf Pelaksana Teknis Kantor Sekretariat DPD RI Kalimantan Barat, mengatakan seluruh biaya pemulangan sebelas warga Aceh ditanggung Anggota DPD RI Dapil Aceh, Sudirman,”pungkasnya. (Wuri/Dd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here