Sidang Hoax Bom DI Pesawat LIon ,Nyaris Ricuh

0
324
Take :Kelurga korban Tidak Terima keputusan majelis hakim Menolak dihadirkan saksi ahli

Mempawah,BorneOneTV. Sidang lanjutan dugaan ucapan ada bom didalam Pesawat Lion Air dengan terdakwa Frantinus Nirigi yang dipimpin oleh Hakim I Komang Dediek Prayoga, SH, M.Hum dengan Jaksa Penuntut Umum Rezkinil Jusar, SH dan Ananto Tri Sudibyo, SH, kembali di gelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, di PN Mempawah (13/9/2018).

Dalam persidangan kali ini, penasehat hukum terdakwa FN dari papua ikut hadir dalam persidangan. Bahkan Keluarga terdawa dari Papua, serta rekan- rekannya dari kalangan mahasiwa Papua juga ikut hadir memberikan dukugan.

Sidang berlangsung cukup alot, diawal sidang Penasehat Hukum terdakwa FN sudah melakukan protes dan menolak pemerjemah yang dihadirkan untuk mendampingi saksi Pilot Lion Air Capt. Vyacheslav matveev kebangsaan Rusia dalam persidangan, karena bukan merupakan penerjemah yang mendampingi saksi saat dilakukannya peyidikan yang sudah tidak sesuai dengan peraturan,”ujar Andel dalam keterangannya.

Saat persidangam berlangsung sempat terjadi kericuhan, keluarga terdakwa kecewa dan kesal dan sempat protes karena keterangan saksi dari pihak Lion  tidak sesuai  dengan keterangan saksi sebelumnya bertolak belakang terkesan memberatkan terdakwa dan tidak mengambarkan fakta sebenarnya terkesan memberatkan terdakwa  ,namun hakim cepat mengambil tindakan dan sidang kembali di lanjutkan.

Karena dalam persidangan baik majelis halim  dan jaksa penunutun umum tidak mencerminkan rasa keadilan ,kelaurga terdakwa yang datang jauh jauh dari papua  dan puluhan mahsiswa untan dari papua usai sidang menyampaikan rasa kekecewaaan sehingga ricuh ,namun kondisi ini berangsur angsur kondusif .

Keluarga terdawa yang hadir merasa tidak terima dan merasa tidak mendapat keadilan dalam persidangan. Paman korban megatakan, SOP diberlakukan kepada semua penumpang, semua barang bawan sudah diperiksa, termasuk jam tangan, ikat pinggang semua di lepas.Jadi bagaimana mungkin bisa membawa barang yang berbahaya,”ucapnya.

Paman terdakwa juga kesal,”Kenapa tidak bisa menghadirkan saksi penumpang yang meringankan, padahal kami yang jauh dari Papua juga bisa datang. Kalau memang sidang di PN Mempawah ini tidak bisa memberikan keadilan, lebih baik sidangnya di Papua saja,”tutur paman terdakwa dengan nada penuh kecewa dan kesal.

Terdakwa Frantinus Nirigi mengatakan, bahwa dirinya tidak ada mengatakan “Awas Bom”, dirinya hanya mengatakan “Awas Bu” dan ada penumpang yang sedang duduk ikut mendegar namun tidak dihadirkan sebagai saksi. Semua saksi yang dihadirkan dari pihak perusahaam lion air dan berbicara tentang SOP, saya juga sudah ikuti SOP bukan seperti burung yang terbang, bisa langsung masuk kedalam pesawat tanpa pemeriksaan. Tidak ada barang yang berbahaya, hanya ada tiga laptop yang saya bawa,”ucap dengan kesal.

Terdakwa FN juga menuturkan saat sidang praperadilannya digugurkan,”itu saya tidak pernah sidang, saya hanya di foto dan rekayasa semua sidangnya. Selama ini saya hanya diam, namun kali ini saya tidak bisa diam, jagan memdiskriminasikan dan berikan keadilan”ungkapnya dengan rasa kesal.(Dd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here