Pemohon Akan Mengajuh Kan PraPradilan. Melalui Kuasa Hukum Nya Di (PN )Ngabang

0
59

Landak, BorneoneTV – Iskandar melalui kuasa hukumnya,  Ari Sakurrianto, SH mempra pradilkan Polres Landak atas perkara razia tambang emas di dusun Pempadang desa Kayuara Kecamatan Mandor.

Sidang dalam agenda pembacaan gugatan pemohon dan esepsi digelar di Pengadilan Negeri Ngabang pada, Senin (24/9/2018) siang.

“Pemohon mengajukan gugatan pra pradilan ini sehubungan klien kami dari  dalam perkara tambang emas di daerah desa Kayuara,” kata Ari dalam konfrensi persnya yang didampingi orang tua kliennya,  Burhanudin dan syafriudin Ketua KomdaLP-KPK kalbar, T.Rudianto,S,E Ketua DPD Aliansi wartawan Indonesia(AWI) kalbar M.Nasir ketua DPD LKPK-RI

Menurutnya,  saat razia tambang emas  kliennya Iskandar tidak berada ditempat. Tapi yang ditangkap para pekerja klien oleh Polres Landak atas laporan yang mengatasnamakan masyarakat.

Sehingga pihak Polres melakukan razia. Padahal didaerah tersebut yang melakukan penambang tidak hanya kliennya saja tapi ada penambang lain.

“Jadi yang kita sesalkan kenapa klien kami yang ditangkap dan penambang lain yang satu hamparan lahan tidak,”ujarnya.

Pihaknya sebagai kuasa hukum sangat mendukung upaya aparat dalam razia tapi jangan pilih kasih terangnya.  “Kita keberatan karena ada pilih kasih dan klien kami saat itu tidak berada di tempat.  Tiba-tiba ada panggilan dan dijadikan tersangka,”jelas Ari.

Ungkap Ari sesuai prosedur pelaku diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi dan jika ditemukan alat bukti cukup baru ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita keberatan maka mengajukan pra pradilan di PN Ngabang. Apa yang dilakukan penyidik Polres tidak sesuai prosedur. Karena klien kami memberi kuasa kepada saya maka akan kami perjuangkan, “tegas Ari.

 

T.Rudianto selaku Ketua DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) ,juga mengatak sangat kecewa dengan adanya penangkapan yang tebang pilih,terangnya mengapa hanya 1orang saja yg di tangkap, sedangkan kita tahu bahwa di situ banyak sekali penambang mas, kami sangat mendukung apa yang telah kepolisian lakukan sudah benar, dalam melakukan penambangan liar, tapi yang kami herankan kenapa, masyarakat yang melakukan penambangan emas di lahan sendiri yang di razia, sedang penambang di hutan HP dan cagar alam , tidak pernah tersentuh dan posisi nya di belakang kantor polsek mandor.ungkapnya.

 

Ketua Lembaga Kemitraan Pemberantas Kejahatan Republik Indonesia (LKPK-RI ),Muhammad Nasir  mengatakan,  pihaknya turun untuk menyikapi laporan perkembangan di Landak.

“Kami juga melakukan investigasi bersma tim .AWI,LP-KPK dan LKPK-RI di lapangan atas kasus penangkapan ini, “ujarnya.

Menurutnya,  atas kasus Iskandar pihaknya menyesalkan sikap yang diambil pihak penegak hukum.  Karena banyak pihak lain kenapa hanya satu yang diciduk.

“Harusnya sama dalam penegakkn hukum.  Kita tetap dukung penegakan supremasi hukum.  Bukan kami ingin membela pelaku tambang,  tapi ingin cari titik tengah. Karena saudara Iskandar memiliki hak hukum untuk membela diri secara hukum,”tegasnya.

 

Syafriudin ketua komda Lp-kpk kalbar, juga angkat bicara terkait kasus penambangan emas ini, sangat di sayangkan pelapor pekerjaan penambagan mas ini oknum anggota DPRD kab.landak, yang mengatasnamakan masyarakat ,yang seharus bisa memberikan payung hukum untuk masyrakat nya,kalau DPRD adalah perwakilan dari rakyat, kita tahu rakyat buta dengan hukum, mereka juga  berkerja di lahan mereka sendiri, apa lagi ini untuk mengisi perut mereka, di mana perwakilan rakyat, bukan membantu rakyat tapi menjadi musuh rakyat.tegasnya

Kuasa Hukum Polres Landak,  Kompol Mikael Wahyudi usia sidang kepada wartawan mengatakan,  dalam penetapan tersangka tidak harus menjadi saksi terlebih dahulu.

“Tapi berdasarkan dua alat bukti yang kuat.  Keterangan 11 saksi yan ditangkap di lokasi dan keterangan saksi ahli,” tegasnya.

Seperti diketahui,  pada 6 Agustus 2018 lalu tim Polres Landak melakukan razia pertambangan emas tanpa izin (PETI) di dusun Pempadang Desa Kayuara Kecamatan Mandor atas dasar laporan masyarakat.  Hasilnya polisi berhasil mengamankan alat beras exavator yang digunakan alat pertambangan emas di lokasi tersebut. Ungkapnya( Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here