Dekranasda Kalbar Ikuti Pameran Kriyanusa dan Rakernas

0
27
take:Produk Unggulan Ketua Dekranasda Kalbar Ny Liesmaryani Sutarmidji dan Wakil Ketua Dekranasda Ny Erlina Ria Norsan membahas kesiapan produk unggulan Kalbar agar mampu bersaing dalam pasar bebas.

Jakarta-BorneoneTV, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalbar bersama Dekranasda Kabupaten/Kota di Kalbar mengikuti pameran Kriyanusa 2018 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas 2018 di Jakarta Convention Center, Rabu (26/9).

Stand  14 Kabupaten / Kota yang tergabung bersama Dekranasda Prov Kalbar, menghadirikan jenis  tenun ikat, songket , corak insang,  anyaman serat alam, bambu, rotan, ukiran kayu, manik-manik, tenun,miniatur motor bandung,perisai dan mandau, dan lain sebagainya.

Ketua Dekranasda Kalbar Ny Liesmaryani Sutarmidji meminta kedepan, Dekranasda yang mengikuti pameran ini harus bisa lebih baik lagi dan menghadirkan tenun maupun produk unggulan dari kabupaten/ kota  yang kualitasnya harus terus di tingkatkan.

“Hari ini, hanya tenun Sintang yang tampil pada fashion show. Mudah-mudahan di 14 Kabupaten/Kota bisa tampil seperti Songket Sambas, Sidan Kapuas Hulu ataupun corak insang dari Kota Pontianak. mudah-mudahan lah,” harap Ny Lismaryani Sutarmidji antusias.

Dekranasda Kalimantan Barat membawa banyak produk unggulan dari  pengrajin Kabupaten / kota yang di pamerkan pada Pameran Kriya Nusa ini. Tenun dan anyaman tetap yang menjadi favorit pengunjung ke  stand Kalbar. Pembuatan  tenun yg membutuhkan banyak waktu dan di kerjakan secara manual, menjadi salah satu daya tarik di stand kalbar ini.

Ketua Dekranasda Kalbar  menghimbau pengurus dekranas  Kabupaten/Kota di Kalbar bisa lebih kreatif untuk menampilkan karya-karya masing-masing Kab/Ko serta lebih intens melakukan pembinaan kepada ikm dan pengrajin.

Salah satu produk unggulan tenun ikat sintang di pamerkan pada Fashion show yg di rangkaian dengan acara seremonial pembukaan, membuat nuansa baru bagi pengrajin tenun Sintang.  Sentuhan desainer didit maulana membuat tenun sintang menjadi busana yang  sangat elegan.

Senada dengan Lismaryani, desainer Didit Maulana, yang dalam Fashion Show ini tertarik menggarap tenun sintang mengatakan belum  banyak yang mengolah tenun sintang ini.

“Sebenarnya ada  warna-warna alam yang sangat indah dan cantik dari tenun Sintang. Walau tekturnya agak kelihatan kasar tapi sebenarnya beratnya sangat ringan. Bagus sekali untuk outwear dan jaket, ataupun bahan luar. Ini  potensi untuk kita kembangkan dan kita pasarkan keluar negeri,” harapnya optimis.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengatakan keberagaman kebudayaan Indonesia menjadi Inspirasi bagi produk kerajinan Indonesia.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga, mengali, mengembangkan dan sekaligus memperkaya kualitas produk kerajinan Indonesia yang bersumber dari seni budaya Indonesia,” kata Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat membuka pameran Kriyanusa 2018.

Dikatakannya, identitas tradisional memang harus terus dipertahankan, dan hal ini jangan jadi pengekang untuk berkreasi, kreatif, inovasi dan teknologi. Perlu ditingkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia agar kehadiran nuasa warisan budaya harmoni dengan kekinian, sehingga produk kerajinan menjadi produk yang sangat diminati dan memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.

“Dekranas dan Dekranasda serta Instansi terkait telah melakukan upaya pembinaan dan pengembangan produk kerajinan untuk meningkatkan daya saingnya,” jelasnya. (Lay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here