Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Ajak Persit Kembali pada Jati Diri

0
60

Singkawang,BorneOneTV– Dalam rangka pembinaan organisasi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XII/Tpr Ny Tien Achmad Supriyadi, melaksanakan kunjungan kerja dan tatap muka dengan anggota Persit KCK Cabang BS II Batalyon Infanteri 641/Raider PD XII/Tpr, di Aula Yonif Raider 641/Beruang, Singkawang, Selasa (9/10).

Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Ny Tien Achmad Supriyadi mengatakan, perkembangan kehidupan sosial kemasyarakatan begitu dinamis, seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin modern.

Derasnya informasi membawa dampak bagi kehidupan kita dan keluarga, baik dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positifnya adalah kemudahan akses informasi yang hampir tanpa batas, sehingga sangat mudah untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan.

Semua dipelajari melalui internet. Namun dampak negatifnya pun cukup mengkhawatirkan, seperti maraknya provokasi, ujaran kebencian, propaganda paham tertentu, hoax, dan kejahatan online lainnya.

“Situasi seperti ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran kita semua, menyebabkan masyarakat yang gampang emosional, rapuh, bimbang, mudah curiga,” kata Ny Tien Achmad Supriyadi.

Dikatakannya, menghadapi situasi yang tidak menentu, diperlukan kearifan dan kehati-hatian  dalam menyikapinya. Kita tidak mungkin menghindar dari teknologi informasi, tapi juga tidak boleh menjadi korbannya.

Oleh karena itu, anggota Persit tidak boleh mudah terombang ambing dalam ketidakpastian bersikap dan bertindak.

“Mari kita semua kembali kepada jati diri sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana dan sebagai anggota masyarakat,” imbau Ny. Tien Achmad Supriyadi.

Dijelaskannya, peran sebagai seorang istri dituntut untuk mampu mendampingi suami untuk siap bertugas dimanapun serta melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai prajurit.

Adapun peran sebagai ibu, tugas utamanya adalah mengurus rumah tangga dan mendidik putra-putri kita agar menjadi anak yang shaleh, bermanfaat bagi diri dan lingkungannya dan memiliki ketahanan mental untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya.

“Siapkan putra-putri kita untuk menempuh pendidikan sesuai dengan bakatnya, Jangan paksa menuruti kemauan kita, yang tidak sejalan dengan keinginan dan bakat bisa berdampak negatif bagi perkembangan moril dan psikis anak,” ujarnya. (Lay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here