Kendaraan Asing di PLBN Entikong ditertibkan.

0
80

 

Entikong ,borneonetv. Penertiban kendaraan asing di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat kembali dilakukan kepolisian bersama jajaran CIQS di back up satuan TNI, Kamis (11/10).

“Kita lakukan penertiban ini karena masih banyak pemilik dan pengendara kendaraan asing tidak patuh dengan aturan yang sudah kita sosialisasikan sejak februari lalu,” ungkap Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP. Refandri Meidika Putra.

Aturan itu terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk setiap kendaraan asing sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang tarif dan jenis PNBP yang berlaku di Kepolisian Republik Indonesia.

Menurut Refandri, sejak disosialisasikan hingga diberlakukan awal Mei lalu, banyak pemilik dan pengendara kendaraan asing yang masih enggan membuat TNKB LBN dan STNK LBN seperti yang diwajibkan dalam aturan.

“Karena itu, hari ini kita tertibkan dan langsung kita tindak tegas apabila masih ada kendaraan asing yang tidak dilengkapi TNKB LBN dan STNK LBN melintas disini,” ujar Refandri.

Kepolisian mencatat, kendaraan asing yang masuk wilayah Indonesia melalui PLBN Entikong sekitar lima ribu unit dalam beberapa bulan terakhir. Dalam sehari antara 20 hingga 30 kendaraan asing yang melintasi PLBN Entikong. Kendaraan itu sebagian milik warga perbatasan Sanggau dan sebagian lagi milik warga Malaysia yang berkunjung ke perbatasan.

Take Petugas Bea cukai Entikong periksa kendaraan keluar masuk border(agus )

Penertiban kendaraan asing di PLBN Entikong diawali apel gabungan antara Polisi, Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Koramil, CIQS serta Dinas Perhubungan Kalbar wilayah kerja PLBN Entikong yang dipimpin Kepala Bea Cukai Entikong, Dwi Jogyastara. Pada kesempatan itu, Dwi Jogyastara mengatakan, penertiban bersama ini adalah wujud nyata sinergi yang solid berbagai pihak di perbatasan.

“Penertiban kendaraan asing ini juga membantu kami menegakkan borang keluar masuk wilayah perbatasan. Kami (Bea Cukai) dalam menegakan borang ini tidak bisa kerja sendiri, karena perbatasan di Entikong ini berlaku kebijakan Sosek Malindo,” kata Dwi Jogyastara.

“Sinergi ini buka cuma pada penertiban kendaraan, apalagi Bea Cukai di perbatasan punya tanggung jawab sebagai community protector, kami harus melindungi masyarakat perbatasan dari bahaya penggunaan produk luar negeri yang masuk secara ilegal. Saya harap sinergi penertiban ini berlanjut, karena Bea Cukai tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.(Agus Alfian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here