Solar langka ,Nelayan Pemangkat Tidak Melaut

0
73

Sambas,BorneoneTV -Sejumlah nelayan di Pemangkat kabupaten Sambas, mengungkapkan sudah lebih dari satu bulan tidak melaut.

Diungkapkan oleh Syahrial, salah satu nelayan yang biasa sandar di pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Pemangkat. Ia bersama nelayan lain tidak dapat melaut lantaran tidak mendapatkan solar subsidi di Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN), yang di sediakan oleh pihak Perum Perikanan Indonesia (Perindo) di lokasi PPN Pemangkat.

“Biasanya para nelayan kecil dengan kapal motor kapasitas 3 GT seperti kami, menggunakan BBM solar bersubsidi yang dibeli dari SPDN Perum Perindo di area PPN Pemangkat ini, ” ujar Syahrial, Selasa (4/11-2018).

Akan tetapi katanya, sudah sejak sebulan terakhir dirinya dan nelayan lainnya tidak  memperoleh solar subsidi tersebut. “Jikapun ada solarnya, kami hanya bisa mendapatkan 200 liter dalam satu bulan setiap kapal motor, sementara keperluan kami setiap kali turun melaut memerlukan 50 liter solar. Itu jika menggunakan mesin motor jenis dompeng, jika mesin jenis Mitsubishi PS lebih banyak lagi dari itu, ” katanya.

Dikemukakan Syahrial jika membeli diluar SPDN, harganya lebih mahal dari harga subsidi. “Jika membeli dari kios eceran, harganya bisa mencapai Rp 8 ribu, ” ungkap Syahrial. Dengan harga tersebut lanjutnya, tidak ada lagi keuntungan yang didapatkan dari hasil melaut.

“Itu sebabnya kami para nelayan disini tidak melaut, sebab jika dipaksakan dengan membeli solar di luar SPDN hasil yang didapatkan hanya sekedar untuk menebus ongkos saja ketika kelaut, ” sebut Syahrial.

Ia menjelaskan jika ketika akan turun melaut, diperlukan solar 50 liter ditambah bahan kebutuhan lain mulai dari es batu hingga kebutuhan pokok seperti beras dan sayuran. “Jika tidak dikasih es batu, ikan yang didapatkan tidak dapat bertahan lama, ” ucapnya.

Atas permasalahan tersebut, Syahrial berharap ada campur tangan pemerintah untuk menyediakan BBM solar bersubsidi seperti sebelumnya bagi nelayan yang biasa sandar di PPN Pemangkat.

“Kami sangat berharap pemerintah membantu, agar kami nelayan kecil dapat memperoleh solar bersubsidi. Supaya kami dapat kembali melaut, untuk menafkahi keluarga kami. Jika hal ini terus berlanjut tidak mendapatkan solar bersubsidi, kami para nelayan tentu akan merasa susah, ” katanya. Kembali diungkapkan oleh Syahrial, terdapat 45 unit kapal motor yang biasa mendapatkan solar melalui SPDN di PPN Pemangkat.

“Akibat tidak mendapatkan solar bersubsidi melalui SPDN, terdapat beberapa nelayan pemilik motor air yang terpaksa bekerja dengan pengusaha atau kapal yang lebih besar. Biasa kami sebut kapal Lingkung, ” tutur Syahrial. (ra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here