Pangdam Sebut Batalyon 645/GTY Penjaga Terdepan

oleh -21 views

Sambas,BorneoneTV -Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayor Jenderal Achmad Supriadi meresmikan Batalyon Infantri 645 Gardatama Yudha, yang bermarkas di kota Sambas. Pangdam juga melantik Mayor Infantri Roni Sugiarto sebagai Komandan Batalyon 645 Garda Tama Yudha (GTY).

Pangdam ,selain melakukan peresmian Batalyon 645 GTY, juga melakukan alih Komando dan pengendalian (Kodal) Batalyon 643 Wanara Sakti yang semula dibawah kendali Korem 121 menjadi langsung berada dalam kendali Kodam XII Tanjungpura.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan pembentukan satuan baru dan alih Kodal merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan dan gerak satuan TNI angkatan darat. Yang  diproyeksikan akan semakin mampu menghadapi ancaman dan tantangan masa depan yang semakin komplek. “

Luasnya wilayah kalimantan barat dengan kompleksitas geografis maupun demografis, menuntut Kodam XII Tanjungpura bertugas menjaga keamanan di Kalbar. Untuk senantiasa memberikan pengabdian terbaik secara optimal, membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi berbagai persoalan keamanan,” ujar Pangdam.

BACA JUGA :KETUA FRONT PERJUANGAN RAKYAT KETAPANG DIADILI

Disebutkan pada hakekatnya penataan organisasi angkatan darat, dalam kerangka  pembangunan kekuatan pokok minimum atau yang dilakukan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai kebijakan strategis angkatan darat tahun 2010 sampai dengan 2019.

“Restrukturisasi TNI AD, sebagai kelanjutan dari penataan organisasi pembangunan kekuatan pokok minimum. Merupakan untuk mewujudkan kemantapan dan kesiapsiagaan operasional menuju postur TNI Angkatan Darat,” tegasnya. Serta lanjut Pangdam, diharapkan menghasilkan satuan-satuan yang lebih efektif dan efisien dalam mendukung tugas pokok Kodam XII Tanjungpura.

“Sejalan dengan hal itu menurut Achmad Supriadi, perubahan Batalyon Infanteri 643 Wanara Sakti, semula berada dibawah kendali Korem 121ABW  berubah menjadi batalyon  Infanteri mekanis 643 Wanara Sakti dan beralih komando dan pengendalian dibawah Kodam XII Tanjungpura.

Selain itu juga disampaikan oleh Pangdam, peresmian dan alih Kodal sebagai implementasi perencanaan strategis dalam pembangunan kemampuan. Guna menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan kontinjensi yang dapat terjadi di wilayah perbatasan.

“TNI AD membentuk batalyon Infanteri 645 Garda Tama Yudha yang berkedudukan di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat, Batalyon 645 Garda Tama Yudha yang berarti sebagai pasukan pelindung atau penjaga terdepan, dalam pertempuran atau peperangan dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI,” jelas Pangdam. Dengan semboyan garda terdepan dan benteng terakhir NKRI sebutnya.

Merupakan satuan tempur Kodam XII Tanjungpura di bawah komando Brigade Infanteri 19 khatulistiwa.  “Oleh karena itu, peresmian Batalyon Infanteri 645 Gardatama Yudha merupakan perkembangan kekuatan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Khususnya di wilayah kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia,” ucap Pangdam.

Kepada Danyon Infantri mekanis 643 wanara Sakti dan komandan Batalyon Infanteri 645 GTY, beserta seluruh prajurit Pangdam mengingatkan agar dapat memelihara serta meningkatkan kemampuan secara teknik, taktik dan kesiapan tempur.

“Setiap prajurit wajib memiliki sifat dan sikap disiplin, pandai menembak, bela diri militer dan memiliki fisik yang prima.Serta selalu menjalin hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat, agar kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga dengan baik. Jaga keteguhan kesucian dan keberanian, terus semangat pantang menyerah sesuai dengan lambang Batalyon Infanteri 645 Yudha serta jaga soliditas, jiwa korsa kehormatan dan nama baik satuan,” pesan Pangdam.(ria )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *