Pangdam XII/Tpr Resmikan Kodal Yonif Mekanik 643/Ws dan Yonif 645/GTY

oleh -56 views

Sambas,BorneineTV -Pangdam XII/Tpr Resmikan Kodal Yonif Mekanik 643/Ws dan Yonif 645/GTYPangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi memimpin Upacara Peresmian Pengalihan Komando dan Pengendalian (Kodal) Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 643/Wanara Sakti dan Peresmian Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha (GTY) Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa di Markas Yonif 645/GTY, Sambas (6/11).

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Achmad Supriyadi mengatakan Pembentukan Satuan Baru serta Alih Kodal merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan dan gelar Satuan TNI Angkatan Darat agar lebih adaptif terhadap perkembangan lingkungan.

“Pada hakekatnya, penataan organisasi TNI AD dalam kerangka Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD tahun 2010 – 2019,” kata Mayjen TNI Achmad Supriyadi.

Dikatakannya, perubahan Yonif 643/WNS yang semula berada di bawah kendali Korem 121/Abw berubah menjadi Yonif Mekanis 643/WNS dan beralih Kodal di bawah Kodam XII/Tpr adalah untuk memaksimalkan pengendalian, pengawasan dan koordinasi guna mendukung tugas pokok Kodam XII/Tpr. “Juga salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan, kesiapan operasional dan pembinaan satuan,” terangnya.

Selain itu jelasnya juga, pembentukan Yonif 645/GTY yang berkedudukan di Kabupaten Sambas merupakan implementasi dari perencanaan strategis TNI AD dalam pembangunan kemampuan guna menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan kontijensi yang dapat terjadi di wilayah perbatasan.

Dijelaskannya, Yonif 645/GTY memiliki arti sebagai Pasukan Pelindung atau Penjaga Terdepan dalam Pertempuran atau Peperangan dalam menjaga Keutuhan Wilayah NKRI, dengan semboyan ” Garda Terdepan Dan Benteng Terakhir NKRI, merupakan satuan tempur Kodam XII/Tpr di bawah Komando Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa.

“Yonif 645/GTY merupakan pengembangan kekuatan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI khususnya di wilayah perbatasan,” jelasnya. Pangdam XII/Tpr berpesan kepada seluruh prajurit, agar memelihara serta meningkatkan kemampuan dan kesiapan tempur.

Setiap prajurit wajib memiliki sifat dan sikap disiplin, pandai menembak, bela diri militer dan memiliki fisik yang prima serta selalu menjalin hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat, agar kemanunggalan TNI dengan Rakyat tetap terjaga dengan baik.

“Jaga keteguhan, kesucian dan keberanian serta semangat pantang menyerah serta jaga soliditas, jiwa korsa, kehormatan dan nama baik satuan,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *