Kata Sutarmidji, Soal Pelabuhan Baru: Saya Yakin 2020 sudah Operasi

oleh -28 views

 

Pontianak, BorneOneTV – Pemerintah Provinsi Kalbar bersama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerjasama pengembangan fasilitas kepelabuhan dan logistik di wilayah Kalbar.

Dalam penandatanganan kerjasama ini, Gubernur Kalbar H Sutarmidji berharap di jajaran pemerintahan provinsi siap membantu semuanya untuk kelancaran pembangunan pelabuhan samudera atau pelabuhan internasional ini. Ini merupakan proyek startegis nasional dan harus ikut mendukung.

“Saya yakin tahun 2020 sudah bisa operasional karena kesiapan Pelindo dan masyarakat di sana pun pasti mendukung pembangunan pelabuhan internasional itu dan apapun yang dibutuhkan pemerintah provinsi kita akan bantu,”  ujar H Sutarmidji seusai penandatanganan kesepakatan bersama di hotel Grand Mahkota, Kamis (20/12/2018).

Dia menjelaskan, akan mengusulkan kepada kementerian PUPR percepatan untuk meningkatkan kualitas jalan atau percepatan pembangunan jalan tol.

“Studi Kelayakan atau FS sudah ada tapi bagaimana pun peningkatan kualitas jalan dari jalan yang ada sekarang itu sangat mendesak,” kata dia.

Sebab saat ini jalan yang telah ada tidak dapat menampung beban kendaraan baik dan menuju ke pelabuhan jika pelabuhan internasional sudah beroperasional.

“Kalau pelabuhan sudah operasional pasti akan menggunakan kendaraan kontainer 40 feet atau lebih dan jalan kita belum mendukung,” katanya.

Tak hanya itu saja, Gubernur Kalbar H Sutarmidji dan Wakik Gubernur Kalbar H Ria Norsan berencana akan mengubah nama pelabuhan internasional dengan nama pelabuhan internasional Tanjungpura. Sebab dalam bahasa jawa bahwa pelabuhan kijing yang sebelumnya digunakan sebagai nama pelabuhan tersebut memiliki arti yang tidak bagus. Maka dari itu pemerintah provinsi berencana akan mengajukan pergantian nama ke pemerintah pusat.

“Berdasarkan bahasa jawa bahwa kata kijing itu merupakan batu nisan, dan saya sarankan menggantinya dengan pelabuhan Tanjungpura. Karena di beberapa pelabuhan Indonesia juga menggunakan tanjung perak, tanjung priok, tanjung mas, nah kita pakai tanjungpura,” ujarnya.

Dipilihnya Tanjungpura juga mengandung filosofi, di mana zaman dahulu juga di Kalbar memiliki kerajaan Tanjungpura ada di Kabupaten Ketapang. (Andhika Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *