Wagub Kalbar Minta Legislatif Paripurna Harus Tepat Waktu

oleh -17 views

Pontianak.BorneOneTV- Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan meminta kepada Anggota Legislatif Kalbar dalam Paripurna untuk selalu tepat waktu dan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan agar tidak selalu terjadi molor waktu yang sudah ditetapkan.

“Kita harus gunakan waktu sebaik-baiknya. Waktu itu sangat penting sekali. Jangan sia-siakan waktu yang positif,” pinta H Ria Norsan, Senin (14/1), saat Rapat Paripurna DPRD Kalbar untuk membahas 4 Buah Raperda Kalbar.

Dikatakannya, diawal Tahun 2019 ini,  harusnya memiliki semangat baru untuk kebersamaan.

Rapat Paripurna DPRD Kalbar membahas 4 buah Raperda Kalbar yang diajukan oleh Eksekutif untuk dibahas dalam Rapat Paripurna ini, dan ke 2 Raperda yang diajukan diantaranya, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalbar Tahun 2019-2023.
Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Budaya, Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, dan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018-2048.

“Kita prioritas untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan daerah baru seperti Kapuas Raya dan Ketapang arau Tanjungpura,” jelasnya.

Provinsi Kalbar idealnya harus dikembangkan menjadi 3 Provinsi, karena Provinsi Kalbar merupakan Provinsi yang sangat luas sekali wilayahnya dan pembangunan tidak akan efisien apabila luasnya wilayah dan kurangnya pendanaan dan tidak akan berjalan dengan baik.

“Ya, yang kita alami dananya kurang, wilayahnya luas sekali,” ujarnya.

Dijelaskannya, pembangunan akan efisien dan cepat, apabila Provinsi Kalbar dikembangkan menjadi 2 Provinsi sehingga terbagi daerahnya dan terbagi pula pemimpinnya dan dananya akan bertambah lebih besar.

“Sekarang, APBD kita hanya 5,6 Triliun saja.  Kalau 2 Provinsi, APBD nya akan bertambah,”ujarnya.

Rencana Pemekaran Provinsi Tanjung Pura yang akan meliputi meliputi Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara serta pemekaran Kabupaten Ketapang menjadi ideal untuk 5 Kabupaten agar bisa menjadi Provinsi.

“Kabupaten Ketapang dapat dimekarkan menjadi 3 Kabupaten baru lagi. Ini sangat memungkinkan sekali karena luas wilayahnya bisa jadi 3 Kabupaten baru,” imbuhnya.

Terkait dengan pembangunan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, Mantan Bupati Mempawah ini juga berpesan kalau pembangunan pelabuhan kijing masih tetap berjalan dengan pemancanagan tiang pelabuhan.

“Insyaallah, Akhir tahun 2019 ini pembangunan tahap awal akan selesai. Tahun 2020 kita akan lanjutkan pembangunan Tahap keduanya,” ujarnya lagi. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *