Elpiji 3 Kg Langka, Warga Sengkubang Menggunakan Tungku kayu

oleh
Take : akibat LPG 3 kg langka warga gunakian kayu bakar

 

Mempawah, BorneoneTV – Masyarakat Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, beberapa minggu ini gas elpiji 3 Kg yang disubsidi pemerintah kembali langka. Hal ini, banyak dikeluhkan ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan gas tersebut, hal ini membuat warga mengeluh dan menghambat aktifitas sebagian pengguna gas 3 kg. Sulastri (43) warga Sengkubang mengatakan, beberapa hari ini gas 3 kg susah dicari.

“Empat hari yang lalu saya kewalahan mencari gas 3 kg. Seluruh pasar Desa Sengkubang sudah saya cari, tetap juga tidak ada. Kelangkaan ini sangat berdampak ke kita sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Sulastri juga mempertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini. Pasalnya, ada beberapa pangkalan gas di Desa Sengkubang ini, namun tetap saja terjadi kelangkaan.“Saya heran juga, mungkin pemerintah bisa memberikan solusi agar gas elpiji yang merupakan kebutuhan pokok warga bisa terpenuhi. Saya juga berharap, pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pihak PT Pertamina agar kelangkaan gas bisa diatasi,” ujarnya dengan penuh harapan.

TONTON JUGA ;

Senada dikatakan oleh warga Sengkubang lainnya, Herman menjelaskan, tiga hari lalu juga pernah kesulitan mencari gas elpiji 3 Kg. “Kalaupun dapat di luar dari Desa Sengkubang harganya saya beli Rp. 23000, satu tabung gas. Dengan kelangkaan ini terpaksa saya membeli gas tersebut untuk keperluan masak. Bahkan untuk mengantisipasi kelangkahan tersebut, warga disini kebanyakan menggunakan tungku kayu untuk memasak,” pungkasnya.(yanto )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *