Kodam XII Tpr Laksanakan Program PPK Mendikbud

0
46

 

Pontianak.BorneoneTV. Gubernur Kalbar.H. Sutarmidji memberikan ‘Pembekalan Tenaga Pengajar di Perbatasan, Rabu (6/2).

Gubernur Kalbar H.Sutarmidji sangat berterimakasih pada persiapan tenaga pengajar dari TNI untuk dipersiapkan sebagai pengajar. Atasnama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, kami sangat berterimakasih kepada Kodam XII/Tpr, karena telah membantu pemerintah dalam mengisi kekurangan tenaga pengajar di daerah, khususnya di perbatasan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya bersama untuk menyelesaikan permasalahan-pernasalahan secara maksimal yang ada di Kalbar,” kata H Sutarmidji.

Gubernur Kalbar memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar berada pada urutan ke-29, ketika orang mendengar Indeks Pembangunan Manusia, maka di situ setidaknya ada tiga komponen yang dibicarakan, yaitu tentang bidang pendidikan, tentang bidang kesehatan, serta infrastruktur dan tata kelola perekonomian. Kalau ketiga ini tidak terdapat peningkatan maka para investor tidak akan melirik Kalbar.

Lanjutnya, memang pertumbuhan perekonomian kita lebih tinggi secara Nasional tetapi kualitas investasinya tidak menyentuh langsung kepada masyarakat sehingga angka kemiskinan kita masih 7,7 persen dan setiap tahun hanya turun 0,1-0,2 persen.

Gubernur Kalbar mengapresiasi terkait apa yang dilakukan Kodam XII/Tpr ini sangat menyentuh dan mendasar untuk menyelesaikan masalah kita.

“Saya bingung dalam satu bulan ada 100 guru yang mau pindah dan bupatinya deposisi setuju ini berarti tidak melihat kebutuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, kalbar untuk sumber daya alam sangat melimpah penghasil CVO terbesar nomor 2 di dunia, penghasil bauksit terbesar di dunia, tapi apa?

“Sumber daya manusia kita urutan 29, daya saing kita urutan 28, infrastruktur urutan 33. Jika saya disuruh pilih antara SDA atau SDM, saya akan memilih SDM yang baik,” tegasnya.

Gubernur Kalbar berharap dengan program TNI yang akan dilaksanakan Ini adalah solusi-solusi sangat baik untuk mengatasi kekurangan guru di daerah-daerah perbatasan.

“Saya sangat bersyukur dan semoga ini bisa dijadikan model untuk penanganan-penanganan masalah kekurangan guru,” tukasnya. (Lay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here