Kisah Cinta Lintas Negara Ini Berujung di Kantor Polisi

oleh -14 views

 

 Entikong,Sanggau ,BorneoneTV . Cinta datangnya memang tak ada yang bisa memprediksi. Tak ada yang tahu dengan siapa, dimana dan bagaimana seseorang akan menemukan tambatan hatinya. Seperti yang terjadi pada pasangan beda negara yang dipertemukan ditempat yang tak terduga ini.

Tricia Beatric atau Sia (18) dari Malaysia tanpa sengaja bertemu dengan Nando (22) yang berasal dari Indonesia di sebuah restoran di Kuching, Sarawak sekitar tujuh bulan lalu. Dari pertemuan itu keduanya intens berkomunikasi sampai kemudian Nando yang bekerja sebagai pramusaji di restoran tersebut mendapat ijin pulang kerumahnya di Desa Empoto, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pekan lalu.

Tak ingin ditinggal pujaan hatinya, perempuan ini akhirnya ikut bersama Nando mudik ke Noyan. Kepergian Sia ke Indonesia tanpa seizin orang tuanya. Khawatir terhadap kondisi Sia, orang tua gadis ini melapor ke Kepolisian Malaysia yang diteruskan ke Konsulat Indonesia di Kuching, Sarawak.

“Pihak Konsulat kemudian berkoordinasi dengan Polres Sanggau untuk memulangkan Sia ke Malaysia. Sesuai perintah Kapolres Sanggau tim berangkat menuju ke Noyan untuk menjemput Sia. Tadi malam Sia ini sampai ke Mapolsek Entikong, dan siang tadi Sia dijemput Polisi Malaysia,” kata Waka Polsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan, Nando sudah melarang Sia masuk ke Indonesia tapi gadis ini bersikeras ikut. Awalnya Sia masuk ke Indonesia secara legal menggunakan dokumen PLB yang berlaku sehari. Karena dia tidak kembali ke negaranya, keberadaan Sia di Indonesia menjadi ilegal.

Saat di Mapolsek Entikong, Sia mengaku jatuh cinta pada Nando meski orang tuanya tidak merestui. Dia tidak ingin berpisah dengan pria Indonesia yang sudah sekitar tujuh bulan itu dipacarinya.

“Saya cinta karena dia setia. Katanya cinta itu perlu diperjuangkan, dan ini perjuangan saya untuk dia,” kata Sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *