Kapolda Kalbar Silahturahmi dengan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas

oleh -22 views

 

Pontianak .BorneoneTV .Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melaksanakan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan Tokoh Masyarakat di Kabupaten Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (11/2).

Di ruangan berukuran lebar itu mendadak ramai. Jarum jam menunjukan pukul 20.45 WIB. Lorong demi lorong ia lewati. Sebelum memasuki ruangan, pria berbadan tegap itu mengucapkan, ”Asalammulaikum,”. Walaikum salam. Pria itu adalah Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono SH HM.

Jenderal bintang dua itu datang ke Kabuapten Sambas guna mempererat silaturahmi dengan Forkopimda, Perwakilan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas, Tokoh wanita, Kepala Desa, Camat, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda.

Sebelum acara dimulai, Kapolda Kalbar beserta rombongan disuguhkan tarian khas melayu di Aula Kantor Bupati Sambas. Ia terpukau kagum dengan tarian yang disuguhkan mengingatkannya di masa kecil dulu.

Karena di waktu masa kecilnya, Irjen Pol Didi Haryono sering mendengar senandung dan melihat tarian khas melayu itu. Bahkan, ia sempat melantunkan lagu daerah cik cik periuk disambut tepuk tangan meriah.

“Ini adalah kebanggaan. Saya lahir di Kalbar, bisa membawa Kalbar ini. Tentunya saya berharap, ada yang meroket ke nasional. Contohnya saja ada Pak OSO, Pak Hamzah Haz,” kata Irjen Pol Drs Didi Haryono SH HM.

Kapolda Kalbar juga mengaku perihatian atas penyakit masyarakat atau pekat yang terjadi di Kabupaten Sambas. Untuk itulah, ia mengajak semua unsur untuk peduli soal pekat itu.

“Saya miris dengan pekat ini di Sambas. Yang mulai dari narkoba, judi, dan macam-macam. Tentu ini musti menjadi perhatian bersama. Sayang kalau dibiarkan begitu saja. Karena emosional anak muda masih labil,” ujarnya.

Selain pekat, masih kata Pati Bintang Dua soal desa. “Di Kalbar ada 2.031 desa. Desa ini sekarang menjadi perhatian Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Beliau sangat fokus pembangunan. Sebelum ke Sambas, ada jembatan sungai sambas, Insya Alloh segera dibangun,” ucapnya.

Dirinya juga kembali mengingatkan, guna meningkatkan indeks pembangunan manusia atau IPM diperlukan bahu membahu membenahinya. Sebab, hal itu penting dilakukan guna mendongkrak pembangunan.

“Tentunya berkerja sama. IPM di Kalbar nomor 33,” ujarnya.

Kapolda Kalbar menaruh perhatian besar kepada gerenasi penerus bangsa. Caranya adalah menjaga anak-anak jauh dari kegiatan negatif. Karena hal itu akan merugikan.

“Saya berharap kepada anak bapak/ibu, jaga anaknya. Karena ada rekam jejaknya. Hindari pekat. Jangan sampai kejebak narkoba. Kita ingatkanlah melalui anak-anak kita. Bahaya narkoba merusak generasi bangsa. Bayangkan saja, orangtuanya saja dilawan. Itulah dampak bahaya narkoba,” ingatnya.

Sementara itu, Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc, mengaku sudah melakukan berbagai langkah guna mencegah pekat. Pihaknya melakukan kerja sama dengan Polres Sambas.

“Kami subuh melakukan razia pekat bersama Polres Sambas. Mulai hotel, penginanapan. Terakhir kami datangi ke tanah hitam. Jam 3 subuh kami,” kata H Atbah Romin Suhaili Lc.

Dikatakannya, bentuk kepedulian Polres Sambas di daerahnya sangat banyak. Hal itu dilakukan guna pendekatan kepada masyarakat. “Polres Sambas sangat perhatian pada disabilitas, ada komunitas pemancing. Ada mancing bareng. Itu semua inisiatornya Polres Sambas. “Ada juga Car Free Day. Polres Sambas banyak membantu anak sekolah meyebrangi anak sekolah. Profesi polisi sangat membanggakan. Mudah-mudahan ada kesempatan, anak Sambas bisa diproritas menjadi Polisi. Beliau putra daerah (Kapolda Kalbar) sungguh membanggakan,” ucapnya.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas bernama H Abdul Gafar, menilai pekat di Kabupaten Sambas harus sama-sama mengantisipasinya. “200 orang cerai dalam sebulan. Harus sama-sama menertibkanya. Apalagi hoaks sangat banyak. Tokoh masyarakat melihat, perlu perhatian khusus bagi Sambas yang merupakan pemekaran Kota Singkawang,” kata H Abdul Gafar.

Situasi penyakit masyarakat, perlu bimbingan masyarakat mencegah kenakalan anak-anak remaja, 1 bulan 200 orang cerai.

Dijelaskannya, Kabupaten Sambas merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Namun begitu, insfrastruktur belum memadai.

“Hanya mobil-mobil kecil diijinkan masuk, Rotek (surat izin sementara kendaraan keluar masuk perbatasan) sudah ada. Tapi, mobil kecil tidak memungkinkan untuk membawa barang belanjaan,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *