Ratusan Warga Berang Datangi Kantor Camat, Tolak Pelantikan Kades Sei Mayam

oleh -25 views

 

Sanggau,borneoneTV-—Belum tuntasnya kasus hukum sengketa money politic pilkades Sei Mayam membuat ratusan warga Sei Mayam Kecamatan Meliau mendatangi Kantor Camat Meliau pada Sabtu (23/2) pukul 08.00 Wib.

Ratusan warga ini mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau menunda pelantikan Paridi sebagai Kades terpilih pada Pilkades 2018 lalu karena diduga melakukan politik uang. Ada 7 spanduk yang mereka bawa dan bentangkan yang intinya bertuliskan penolakan pelantikan Kades Sei Mayam karena dugaan money politik.

Tampak Kedatangan mereka dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat madati kantor Camat Meliau.

 

“Kami warga Desa Sei Mayam menolak pelantikan Paridi sebagai Kades karena diduga kuat melakukan politik uang,” kata koordinator lapangan (korlap) aksi, Juliadi kepada wartawan via selular, Sabtu (23/2) siang.

Dengan pengawalan ketat pihak kepolisian setempat, kedatangan sekitar enam ratusan warga itu diterima oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) yakni Camat Meliau, Kapolsek Meliau dan Danramil Meliau. Hadir juga pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Sanggau daerah pemilihan Meliau – Tayan Gusti Tedja Kusuma.

Juliadi menyebut, ada empat point tuntutan warga Desa Sei Mayam yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah melalui Forkompimcam dan Anggota DPRD Sanggau yakni pertama, menunda pelantikan Kades terpilih yang terindikasi money politic. Kedua, meminta pelaku money politic yang saat ini sedang menjalani proses hukum di Polres Sanggau dipenjarakan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ketiga, meminta tugas Pj kades dilanjutkan agar tidak terjadi kekosongan jabatan. Ke empat, mendesak pemilihan ulang di TPS yang bermasalah diiantaranya TPS 1, 2 Dusun Mayam, TPS 3 Dusun Tanjak Mulung dan TPS, 6 Afdeling 2.
“Kami tidak mau dipimpin oleh Kades yang makukan politik uang,” tegas Juliadi.

Jika tuntutan warga tidak terpenuhi, Juliadi tidak menjamin apa yang akan terjadi. Karena menurut masyarakat mereka menolak pelantikan Paridi sebagai Kades dan menolak dipimpin Kades yang melakukan money politik.
“Sementara inikan aksi damai dululah. Kami minta tuntutan kami dipenuhi, jangan dilama – lamakan. Kalau dilama -lamakan saya yakin ada reaksi dari masyarakat. Kalau sudah dilama – lama tuntutan kami tanpa direspon khawatirnya timbul reaksi dari warga, itu yang tidak kita inginkan, kalau saya sebagai korlap si bisalah menahan diri tapi kalau masyarakat itukan sulit,” pungkas dia. Juliadi menyebut, Desa Sei Mayam pernah punya sejarah kelam dalam Pilkades, bahkan ada yang sampai dibunuh.
“Itu yang saya khwatirkan, karena kita punya sejarah kelam mengenai ini. Saya tidak mau ini terulang lagi, kalau bisa ada solusilah dari Pemerintah Daerah, dan tuntutan kami dipenuhi,” tutur dia.(Hery JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *