Tiga Guru dari Kecamatan Ketungau Ikuti Pelatihan Ke Luar Negeri

oleh -74 views

 

Sintang, BorneoneTV.  Prestasi membanggakan kembali diraih oleh guru-guru dari pelosok Kabupaten Sintang. bahkan untuk kesekiankalinya guru-guru yang bertugas di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dengan segala keterbatasan fasilitas tersebut membawa nama Kabupaten di kegiatan lomba dan diklat tingkat nasional hingga level asia pasifik.

Bertempat di Plasa Insan Berprestasi Kemdikbud 27 Februari 2019, Mendikbud Muhajdir Effendy melepas 1000 guru termasuk 3 Guru Garis Depan dari Kabupaten Sintang untuk mengikuti Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri.
Ketiga guru yang mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di Luar Negeri tersebut antara lain, Julia Roli Sennang Banurea dari SDN 09 Sungai Seria Kec. Ketungau Hulu yang mendapat kesempatan belajar di Hiroshima University (Jepang), kemudian Tri Novita Indriyanti dari SDN 29 Idai Kec. Ketungau Hulu mendapat kesempatan belajar di Charles Darwin University (Australia), dan Nurlyanto dari SDN 4 Sungai Mali Kec. Ketungau Hilir juga menjadi wakil Kalimantan Barat yang dikirim ke SEAMEO RECSAM (Malaysia). Kegiatan pelatihan guru di luar negeri tersebut akan berlangsung selama 3-5 minggu pada bulan Maret 2019.

Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri diselenggarakan Kemdikbud dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Program tersebut berupa pelatihan yang bertujuan memberikan tambahan wawasan, pengalaman, dan pendalaman materi bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang bermanfaat untuk pengembangan proses pembelajaran di sekolah.
Terkait terpilihnya mereka menjadi wakil guru Indonesia ke Luar Negeri, Nurlyanto yang juga merupakan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kab. Sintang menjelaskan bahwa seleksi diberikan kepada guru-guru yang aktif menjadi peserta pelatihan maupun lomba yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, serta penulisan esai dan wawancara via videocall yang semuanya dilakukan dalam bahasa inggris. ( yusri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *