Wagub Kalbar Dianugerahi Penghargaan Gapensi

oleh -11 views

 

Jakarta  ,BorneoneTV. Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan dianugerahi Penghargaan oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) ke XIV di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (14/3).

Wagub Kalbar di dianugerahi Tanda Penghargaan Anugraha Bhakti Pratama dalam Munas Gepensi Ke XIV.

Tanda Jasa dan Tanda Penghargaan Gapensi Tingkat Nasional ini diberikan kepada para tokoh yang terbukti dengan nyata dan mengesankan telah berbuat jasa/bantuannya terhadap pembinaan

dan pengembangan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi dan Gapensi dalam bentuk moril maupun materiil secara langsung maupun tidak langsung.

Wagub Kalbar H Ria Norsan mengapresiasi kegiatan ini dan meminta kepada Gapensi untuk terus berkarya dalam pembangunan di Indonesia yang di barengi dengan kualitas SDM yang mumpuni untuk bersaing di era globalisasi ini maupun dari segi kualitas konstruksinya.

Sementara itu, Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menilai usaha jasa konstruksi sebagai salah satu sektor penting dalam membangun Indonesia. Untuk itu dirinya menilai kualitas dari sumber daya manusianya yang menentukan dalam pengembangan sektor konstruksi.

“Peralatan dapat dibeli, kantor dapat disewa, tetapi yang selalu menjadi modal utama dari konstruksi adalah orangnya, insinyurnya, kemampuan-kemampuan logistiknya, dan quality controlnya,” kata HMJusuf Kalla saat membuka Munas Gapensi Yang Ke XIV di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ia pun menyoroti terkait sisi integritas dari para kontrator yang dewasa ini sering kali menjadi salah satu bagian yang turut diamankan dalam pengungkapan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wapres mengaku prihatin atas situasi tersebut, meski juga melihat hal tersebut tidak hanya menjadi kesalahan dari sang kontraktor.

“Memang bukan kesalahan kontraktornya saja, tapi yang punya proyek, apakah itu bupati, apakah itu gubernurnya atau yang lain-lainnya melibatkan dunia kontraktor,” terang Jusuf Kalla.

Oleh sebab itu dirinya menginginkan para dapat lebih baik lagi kedepannya dalam hal integritasnya agar tidak lagi terlibat dalam kasus-kasus korupsi. Menurutnya jika para kontraktor terlibat korupsi tentu pada akhirnya akan mengorbankan produk akhir yang dihasilkan.

“Ini akan menyebabkan penurunan kualitas, serta menyebabkan kemampuan kita membangun secara profesional berkurang,” tutur Jusuf Kalla. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *