Soal Dialog Kebangsaan, Kapolda Kalbar: Merawat Kedamaian Kerukunan dan Menjaganya

oleh -33 views

 

Pontianak ,BorneoneTV – Dialog Kebangsaan diselenggarakan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah Kalimantan Barat. Ratusan orang hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace Jalan Budi Karya, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Senin, 18 Maret 2019.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, yang hadir dalam Dialog Kebangsaan itu menjelaskan, komitmen bersama pemerintah daerah dan seluruh stake holder juga semua elemen masyarakat yang ingin menjadikan Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi yang aman, elegant dan unggul.

Jenderal bintang dua itu mengingatkan, Indonesia adalah bangsa besar yang menopang semua perbedaan baik (suku, agama dan ras), salah satunya Kalimantan Barat yang memiliki keberagaman etnis terdapat 17 etnis besar, dengan didominasi oleh 3 etnis besar tidayu (Tionghoa, Dayak dan Melayu).

“Keberagaman tersebut adalah sumber kekayaan terbesar Kalimantan Barat. Di mana kita bisa menemukan suatu negara yang terdiri banyak suku, banyak etnis, dan berbeda agama yang menjadi satu kesatuan yaitu negara bahwa bangsa sehingga kehidupannya memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dalam menjalankanya, masyarakat harus tahu pentingnya wawasan kebangsaan yaitu cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya. Mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Pemilu atau pesta demokrasi tentunya pesta harus menjadi suatu konsep suka cita, polarisasi bukan menjadi suatu permasalahan. “Namun layaknya pesta, maka Pemilu merupakan ajang kita bersilatuhrahmi. Bertemu dan bersama-sama menyemarakannya, kesemua itu adalah bertujuan untuk pembangunan bangsa yang lebih baik,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

“Melalui Pemilu rakyat inilah berdaulat bebas menentukan wakil dan pemimpin untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” kata Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar, Pendeta Paulus Ajong MTh.(tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *