Ekonomi Syariah Tahan Krisis Ekonomi dan Tekan Inflasi

oleh -33 views

 

Pontianak ,BorneoneTV.  Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan apresiasi kegiatan ini, mengingat ekonomi syariah dapat dijadikan andalan masa depan dalam menyongsong berbagai peluang dan tantangan dan investasi di era Revolusi Industri 4.0.

“Selama ini ekonomi syariah dinilai lebih
tahan terhadap krisis ekonomi dan manpu menekan inflasi, sehingga dapat mendorong tumbuhnya sektor riel,” kata H Sutarmidji, Minggu (24/3) saat hadir menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional Dengan Tema Ekonomi Kreatif 4.0 Berbasis Syariah di Gedung Konfrensi Untan.

Sejatinya, mengulas ekonomi kreatif adalah
bagus untuk memulai usaha kita bersama dalam menumbuhkembangkan profesi-
profesi kreatif di Provinsi Kalbar.

“Topik ini sangat menarik, namun saya mengharapkan diskusi ini ibisa menggunakan kacamata dan sudut pandang holistik, tidak saja dari kaca mata makro ekonomi dan  bisnis, namun juga kacamata sosiologi, kebudayaan, etnografi, seni dan artistik, teknologi informasi dan internet, bahkan kajian dari sudut studi pembangunan secara komprehensif,” jelasnya.

Saat ini kita hidup di era gelombang ke-4
peradaban yang dicirikan dengan semakin tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif.

Dalam peradabab gelombang ke 4 itu, unsur  penentu daya saing adalah kreatifitas dan inovasi, sehingga tantangan pembangunan yang terpenting yang harus dihadapi ini adalah tantangan untuk terus berinovasi, atau the need to continuosly innovating.

Ekonomi kreatif ditopang oleh 3 pilar yaitu: budaya kreatifitas, daya inovasi dan  kemajuan teknologi. Karena maraknya peran daya kreatif dan inovasi tersebut, maka beberapa literatur juga sering menyebutkan era sekarang ini sebagai abad inovasi atau the Century of Innovation.

“Saat ini inovasi di berbagai bidang nyaris berlangsung tanpa henti, dan sebagai konsekuensinya, para inovator menempati peradaban sekarang ini,” ujarnya.

Di era ekonomi kreatif, maka infrastruktur dan segenap aktivitas ekonomi dengan sendirinya harus disesuaikan dengan karakteristik ekonomi kreatif, yaitu adanya basis pengetahuan yang menunjang inovasi
adanya mekanisme koordinasi yang menjamin sinergi industri dan universitas, serta pembentukan kelembagaan yang memberikan akses pemodalan dan pranata perlindungan hukum untuk kekayaan
intelektual.

“Pemerintah baik pusat dan daerah,
termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar, sedang dan akan terus mengembangkan sumber daya manusia sebagai aset utama dalam meraih peluang di era ekonomi kreatif,” pesannya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *