Ada Apa Sejumlah Wartawan Dilarang Meliput Proyek Jembatan Landak ?

oleh -139 views

 

Pontianak ,BorneoneTV,  – Pembangunan jembatan duplikat tol Landak II yang dikerjakan oleh PT Brantas Abid Raya di JL Sultan Hamid II Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan penyelesaian dan informasi yang didapat oleh sejumlah media pembangunan jembatan tersebut ada permasalahan pembebasan lahan dan masih bergulir di pengadilan.

Untuk mencari informasi yang beredar liar tersebut Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah wartawan online melakukan liputan investigasi dilapangan mengumpulkan informasi,data dari sumber yang berkompeten.

Namun sayangnya Sejumlah wartawan dari media online yang melakukan tugas peliputan dilarang melakukan peliputan proyek pembangunan jembatan tol Landak II di Jl Sultan Hamid II, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat Selasa,(09/04) sekitar pukul 09.30 wib.

Pelarangan peliputan oleh pihak PT Brantas berawal sejumlah awak media diminta mendatangi kantor PT Brantas Abid Raya, di Jl Ya’M Sabran, Kompleks Seruni Indah, Blok I 19, oleh salah satu karyawan agar meminta ijin kepada pihak perusahaan sebelum melaksanakan tugas peliputan.

“Saya minta wartawan meminta ijin terlebih dahulu kepada Dinas Pekerjaan Umum kalau mau melakukan peliputan, kalau tidak ada ijin dari dinas PU tidak di ijinkan,”Ucap pejabat HRD PT Brantas.

Kalau mengenai pelaksanaan pengerjaan proyek jembatan tol landak II masa pelaksanaan pengerjaan nya berakhir pada tanggal 21 April Tahun 2019, dan mengenai adanya masalah pembebasan lahan itu silahkan konfirmasi kekantor pekerjaan umum,”ujarnya.

Selanjutnya, sejumlah awak media mendatangi kantor PU di Jalan Ahmad Yani 1 yang dulunya kantor gedung Kartini. Dikantor PU tersebut ada salah satu oknum anggota TNI yang mengaku keamanan dan meminta salah satu wartawan naik ke lantai dua untuk konfirmasi. Namun salah satu petugas yang berada dilantai dua mengatakan kantor PU berada dilantai satu.

 

Lo

Kemudian awak media turun ke lantai 1 dan menanyakan kembali keberadaan kantor PU di gedung Kartini tersebut. Namun oknum anggota TNI mengatakan petugas PU sedang rapat dan ia meminta awak media menunggu diluar.

Karena kantor Dinas Pekerjaan Umum dijaga oleh oknum TNI, sejumlah media akhirnya mendatangi kantor media center Kodam XII TPR di Jalan Gusti Sulung Lelanang untuk meminta konfirmasi kebenaran ada oknum anggota TNI menjaga kantor dinas PU yang merupakan kantor pemerintah.

Petugas media center Kodam XII TPR meminta sejumlah media untuk meminta konfirmasi ke kantor Kodim 1207 tentang adanya oknum TNI yang menjaga kantor pemerintah untuk keamanan.

Kemudian sejumlah media mendatangi kantor Kodim 1207 dan bertemu dengan unit anggota Intel, dan konfirmasi ada oknum anggota TNI menjaga kantor dinas PU. Setelah mendapatkan informasi dari sejumlah wartawan anggota Intel turun kelapangan dan diketahui kalau oknum anggota TNI yang mengaku keamanan di kantor dinas pekerjaan umum merupakan anggota Sidbang.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Pontianak Fuadi Yusla ketika dikonfirmasi oleh media ini via telepon mengaku pembebasan lahan belum selesai karena ada gugatan di pengadilan negeri oleh pihak pemilik lahan.

Sementara, hingga berita ini ditulis pihak Dinas Pekerjaan Umum dan pihak Sidbang belum bisa dikonfirmasi.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *