Midji Minta Kurun Waktu 5 Tahun Ada 425 Desa Mandiri di Kalbar

oleh -28 views

 

Pontianak,BorneoneTV . GubernurG Kalbar H Sutarmidji meminta kepada pemerintahan desa dalam kurun waktu 5 Tahun pertama kepemimpinannya harus terbentuk 452 desa mandiri. Saat ini Provinsi Kalbar hanya miliki 1 desa Mandiri di Kabupaten Kayong Utara.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan
secara signifikan terhadap peningkatan status Kemajuan dan Kemandirian
di Provinsi Kalbar. Saya selaku Gubernur mengharapkan pada periode pertama kepemimpinan kami selama 5 tahun ke depan, jumlah Desa Mandiri bisa meningkat menjadi 425 Desa,” kata H Sutarmidji, Sabtu (20/4), dalam Acara Seminar Nasional Optimalisasi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Menuju Indonesia Sejahtera di Gedung Konfrensi Untan Pontianak.

Dikatakanya, ini menjadi tantangan bagi kita, dan diharapkan melalui kegiatan ini
dapat membantu Desa dalam merumuskan
dan aktivitas pembangunan dan
Pemberdayaan masyarakat Desa secara merata berkeadilan, didasarkan nilai-nilai lokal dan serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

Gubernur Kalbar juga berharap, ke depan, satu desa memiliki satu dokumen perencanaan sebagai alat dalam sinergi pembangunan desa. Meningkatkan jumlah desa mandiri dan menurunkan desa sangat tertinggal harus dilakukan dengan gotong royong, sesuai dengan budaya kita, dimana gotong royong ada bentuk dari kesadaran bersinergi bangsa ini.

Bersinergi dalam pembangunan desa
sebagaimana dinyatakan dalam UU Desa
adalah sinergi antara desa dan supra desa
(pelaku pembangunan diluar desa).
Pendekatan pembangunan desa ada dua yakni, pertama, Desa Membangun, dimana Desa (Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa) sebagai subyek pembangunan.

Kemudian, kedua, Membangun Desa, dalam hal ini subyek pertanggungjawaban APBDesa. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa sebagai acuan regulasi dan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai alat untuk mempermudah
Pengelolaan Keuangan Desa.

Dijelaskannya, saat ini jumlah Desa Provinsi Kalbar berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor No. 137 tahun 2017 tentang Nama, Kode dan Jumlah Desa Tahun 2017 berjumlah 2.031 Desa yang
tersebar di 12 Kabupaten.

Terkait dengan Dana Desa, Provinsi Kalbar pada Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2018 mendapat total Dana Desa sebesar Rp. 5,091 Trlyun dan pada Tahun 2019
mendapat Dana Desa sebesar Rp. 1,992 Trlyun yang dialokasikan untuk 2.031 Desa dengan rata-rata setiap Desa mendapatkan Rp. 981 Juta.

“Sejak tahun 2015 sampai dengan Tahun
2018, telah banyak manfaat yang dirasakan
masyarakat dengan adanya Dana Desa di
Provinsi Kalimantan Barat ini,” ujarnya.

Dana desa yang didapatkannya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa telah dibangun  7.229.095 meter jalan Desa, 121.357 meter jembatan, 187 unit  pasar Desa, 525 kegiatan BUMdes, 1.235 tambatan perahu, 96 unit embung, 836 irigasi dan 827 sarana hraga desa.

Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, telah dibangun 859 unit
penahan tanah, 12.807 unit sarana air
6.448 unit MCK, 454 unit polindes, 571.562 meter drainase, 2.684 kegiatan PAUD, 1.168 unit Posyandu, dan 3.395 unit sumur.

“Tujuan utama pembangunan desa adalah
memastikan pelayanan pemerintah untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui
pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa,
pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam
dan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya lagi. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *