Mengetahui Salah Seorang Gantung Diri, Polisi Respon Cepat Datangi TKP

oleh

 

Sintang BorneoneTV . warga Desa Dusun Kemangai 2, Desa Lunjan Tingang Kecamatan Ambalau Kab. Sintang Rabu (25/4/19) sore geger. Pasalnya Herianus Cehan (41) warga setempat nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Korban pertama kali ditemukan oleh saksi sdr. Aldi (16) sudah dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya.

Polsek Ambalau Polres Sintang setelah menerima informasi dari masyarakat segera mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), sesampainya di lokasi, Kanit Reskrim Aipda Yoyok Rosadi bersama anggotanya melakukan pengecekan, ternyata korban sudah diturunkan oleh pihak keluarg dari gantungan kain dalam keadaan meninggal dunia.

Saat petugas melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban ditemukan pada celana dalam korban terlihat bercak air yang membasahi celana korban yang di duga sperma korban, dan di leher korban terdapat berkas jeratan kain yang di pergunakan korban untuk gantung diri, dari hasil pemeriksaan luar petugas tidak di temukan tanda tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

Kemudian petugas mengamankan barang bukti berupa Kain yang dipergunakan korban, pakaian dalam korban ditemukan dalam keadaan basah di duga bercak sperma korban, Rak sepatu yang di duga di gunakan korban untuk berpijak pada saat akan mengantung dirinya.

Saksi Aldi (16) mengatakan, bahwa sekitar pukul 15.30 wib saya disuruh abang korban Sdr. Maharan untuk memanggil korban mengajak makan, karena korban yang hidup sendiri sehari-harinya makan di tempatnya, sesampainya di rumah korban saya memanggil korban, namun karena tidak ada jawaban saya kemudian masuk ke dalam rumah dan menemukan korban dalam keadaan tergantung, karena terkejut saya berteriak dan langsung berlari ketempat abg korban memberitahu kejadian tersebut, “Terangnya.

Kapolsek Ambalau Iptu MR. Pardosi, SH, mengatakan “Pihak Kepolisian Polsek Ambalau telah menyarankan kepada pihak keluarga untuk di lakukan Visum untuk mengetahui secara medis penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menyatakan Tidak bersedia dilakukan Visum di karenakan korban memang di ketahui selama ini mengalami gangguan kejiwaan dan pada tahun 2018 pernah di rawat di RSJ

Kemudian disampaikan bahwa “Dengan kejadian tersebut pihak keluarga telah mengiklaskan kematian Korban dan Murni Gantung Diri dan bersedia membuat pernyataan Keberatan dilakukan Visum terhadap kematian korban dan tidak akan menuntut siapapun dalam hal kematian korban”, Terang Kapolsek Ambalau. ( red/yusri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *