Gedung SMP 22 Pontianak Ambruk, Polresta Polisi Akan Periksa Kontraktor

oleh

 

Pontianak,BorneoneTV . Bangunan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 22 lantai dua dan memiliki sembilan kelas di komplek perumahan Purnama Agung II, Kecamatan Pontianak Selatan tiba-tiba roboh nyaris rata dengan tanah pada Jumat,(26/04/2019 sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat robohnya bangunan SMP 22 tersebut tiga ruang kegiatan belajar (RKB) dan satu ruang kantor mengalami kerusakan cukup parah, bahkan Bangunan yang terbuat dari semi beton dan kayu tersebut nyaris rata dengan tanah dan lokasi dipasang garis polisi. Kondisi gedung terlihat tinggal atap dan rangka kasau yang terbuat dari kayu berserakan, bangunan yang lainnya juga terlihat miring dan retak.

Mendapatkan informasi gedung SMP 22 Pontianak ambruk, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir didampingi Kasat Reskrim Muhammad Husni Ramli mengunjungi langsung lokasi dan menghimbau kepada masyarakat dan dewan guru untuk tidak menggunakan ruang kelas SMPN 22 dan SMA 10 karena sudah tidak layak dan dikawatirkan ada peristiwa susulan.

“Kemarin sekitar pukul 14.30 saya mendapatkan informasi ada bangunan SMP 22 sembilan kelas di komplek perumahan Purnama Agung II tiba tiba ambruk tanpa sebab dengan terjadinya peristiwa ini saya berkoordinasi dengan pemerintahan kota Pontianak untuk melakukan investigasi,”ucap Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir kepada sejumlah wartawan Sabtu,(27/04).

Lebih lanjut, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengatakan, penyebab terjadinya gedung SMP 22 roboh belum dapat diketahui secara pasti. Namun, akibat peristiwa terjadinya gedung SMPN 22 ambruk tidak ada korban jiwa, karena ketika peristiwa itu terjadi tidak ada kegiatan belajar mengajar dan siswa sudah pada pulang.

“Untuk mengetahui penyebab terjadinya gedung SMP 22 ini ambruk nanti akan kita panggil Saksi- saksi dan kontraktor yang dulu melaksanakan pembangunan untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, pada Senin (29/04) kita bersama dengan Pemkot Kota Pontianak dan Tim ahli konstruksi akan melakukan investigasi untuk menentukan penyebab terjadinya gedung ini ambruk,”ujarnya.

Kedepannya untuk mengantisipasi Agar tidak terjadi peristiwa yang sama khususnya sekolah yang umur bangunannya sudah lama harus di lakukan pemetaan, semisal lokasi yang akan dibangun gedung sebaiknya dilakukan analisis kelayakan terlebih dahulu oleh pemerintah kota Pontianak. Kalau memang tidak layak untuk di dirikan bangunan sebaiknya diberi tanda dan lokasi tersebut diperuntukkan yang lainnya.

Terpisah, salah satu dewan guru SMP 22 mengisahkan awal terjadinya gedung ambruk sekitar pukul 14. 30 wib waktu itu ia mau mengambil baju cucian diatas tiba-tiba ada suara krek krek dan langsung lari meninggalkan gedung. Kemudian gedung ambruk mengeluarkan asap putih dan langsung rata dengan tanah, kejadiannya setelah musim hujan dan tidak ada angin.

Hal senada disampaikan oleh saksi yang lainnya yakni Edi Kaswara, menurutnya kejadian gedung SMP 22 Pontianak ambruk begitu cepat. Waktu itu Edi mengaku sedang mengajar tiba-tiba terdengar suara dan melihat bangunan sudah runtuh dan amblas rata dengan tanah,”pungkasnya.(Tim/Ismail)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *