Pilpres Dan Pemilu Minta Tumbal , Berujung Maut

oleh -71 views
Take Satu dari Ratusan orang anggota-KPPS-yg-meninggal-akibat-kelelahan-melakukan-Pleno-Rekapitulasi-suar

Inilah pemilihan umum dan PILPRES yang sangat MENGERIKAN sepanjang sejarah Indonesia melakukan pesta rakyat demokrasi. Baru kali ini PEMILU dan PILPRES memakan korban KEMATIAN ratusan orang dan korban jatuh sakit ribuan orang.

Soal sakit apalagi mati itu urusan Allah karena Tuhanlah yang punya hak paten terhadap sakit dan mati hambaNYA. Tapi bila dilihat fenomena PEMILU dan PILPRES saat ini memakan korban yang bagitu banyak baik dari kalangan sipil, tentara dan polisi maka ini bukan lagi dianggap peristiwa biasa. Tapi ini sangat luar biasa.

Apakah peristiwa tumbangnya para petugas PEMILU dan PILPRES tidak ada kaitannya dengan niat memenangkan dalam kontestasi PILPRES dan PEMILU dengan MENGHALALKAN segala cara …? Sudah pasti kalau dikaitkan dengan itu banyak yang tidak percaya terutama dari kalangan cebong dungu. Namun pemikiran arah kesana jangan dikesampingkan. Karena apapun perbuatan manusia di dunia pasti termonitor dan terdeteksi oleh Allah Tuhan Penguasa Langit dan Bumi. Itu bagi yang punya agama. Bagi komunis gak percaya itu.

Pemaksaan ingin menang dengan berbagai cara secara masif berbanding lurus dengan usaha dilapangan yang begitu gigih secara CURANG. Gak ada rasa malu dan takut lagi. KPU sebagai pemegang otoritas aturan main PILPRES dan PEMILU dengan anggaran 24 triliun seperti orang BEGO bin BLOON di depan komputer.

Salah input, human error dan seribu satu macam kesalahan selalu menjadi tameng pertahanan KPU bila mendapat protes dari rakyat. Dan anehnya, yang salah itu selalu menimpa kubu 02 Prabowo Sandi. Kubu 01 JokRuf gak pernah, malah DIUNTUNGKAN dengan penambahan angka satu didepan dan angka nol dibelakang.

 

foto : M. NAUFAL DUNGGIO (aktivitis Muhammadiyah)

Dalam memasukan angka-angka di komputer masih lebih PINTAR dan CANGGIH anak-anak kasir di super market dan restoran dengan gaji di bawah UMR dari pada orang-orang di KPU dengan biaya 24 triliun yang masa kerjanya cuma enam bulan atau lebih. Inilah kedzaliman berjama’ah yang raksasa dipertontonkan kepada publik tanpa punya harga diri.

Mereka terlihat seperti orang tak berdosa mau memaksakan memenangkan orang yang sudah nyata-nyata kalah dengan perhitungan jujur dan obyektif. Tindakan para komisioner itu sudah pasti PATUT DIDUGA sudah KENA SOGOKAN dan ANCAMAN di HUSNI KAMILKAN.

Tapi yakinlah, sepandai-pandai tupai melompat tetap akan jatuh juga. Sepandai-pandai KPU mau memanipulasi data dengan merugikan kubu 02 Prabowo Sandi tetap akan ditunjukkan oleh Allah kecurangan-kecurangannya kepada rakyat Indonesia.

Ingat signal Tuhan dengan banyak yang mengalami kematian. Terserah dia mati karena kecapean, karena penyakit atau karena tumbal tetap itu merupakan signal dari Tuhan agar jangan BERLAKU CURANG dalam hidup. Resikonya cukup besar. Di al-Quran dia punya surat khusus yang bernama al-Mutaffifin (orang-orang yang curang).

Tapi kalau KPU dan pemerintah NEKAT dengan kecurangannya dengan memaksa yang kalah jadi menang. Maka jangan salahkan rakyat bila ada PEOPLE POWER.
Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.(Penulis MOH. NAUFAL DUNGGIO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *