Lagi-Lagi anggota PPS dan TPS Kec.Kakap tumbang.

oleh

 

Kubu Raya-BorneoneTV. Pileg dan Pilpres tahun 2019,yang berlangsung 17 April 2019 lalu berjalan sukses di kecamatan Sungai Kakap,kabupaten Kubu Raya. Kerja keras KPPS,PPS dan PPK membuahkan hasil,namun di balik itu berita duka di rasakan oleh sejumlah anggota PPS Kecamatan Sungai Kakap harus di larikan ke rumah sakit hasil pantauan media dia ini selama proses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan.dari.(27.4.2019 s/d.1.5.2019)

Korban terus bertambah Satu persatu pahlawan demokrasi tumbang dalam menjalankan tugas nya sekarang terbaring lemas di rumah sakit.ada tiga putugas PPS.di ataranya:.M.abdul Azis (26)petugas PPS Desa Jeruju Besar.Ferdi Anggota TPS.20 Desa Jeruju Besar dan Ana nggota KPPS.Desa sungai Itik

Ketua PPK Kecamatan Kakap,Taha Rudin mengatakan benar adanya anggota PPS.dan TPS,di bawa ke rumah sakit di karenakan kelelahan dalam melaksanakan tugas,dan kami sangat berharap agar anggota PPS dan TPS yang sedang di rawat di rumah sakit dapat segera sembuh,Kata Taha Rudi.Kepada Media Ini (1.5.2019)saat di temui di Sekretriat.PPK.”

Sementara Anngota DPRD.KKR.Lendeng Sahrani.SH.MH.Selaku Ketua DPD.PAN.Kabu Paten Kubu Raya saat di tanyai awak media yang sedang bersama Tim suksesnya di Sekretariat PPK di kecamatan Sungai Kakap,Hari Rabu(1.5.2019)mengatakan.”Pesta demokrasi tahun ini sangat mahal banyak petugas PPS dan PPK tumbang ada yang sakit bahkan meninggal dunia dalam menjalankan tugas Pemilu adalah agenda negara siapun wajib mensukseskan nya negara harus memberi apresiasi penghargaan dedikasi nya terhadap mareka sebagai ujung penyelenggara baik di tinggkat desa maupun tingkat kecamatan.”Ungkap

Lebih lanjut Lendeng Sahrani,SH.MH.selaku anggota DPRD Kabu Paten Kubu raya Komisi III dari Politisi Partai Amanat Nasional(PAN)mengatakan sangat prihatin bahwa banyaknya korban dalam arti bahwa sudah sampe waktunya yang sudah di panggil allah subhanahu wa taala bahwa memang banyak petugas petugas baik KPU panwaslu dan banyak lagi petugas-petugas yang lain yang jatuh korban korban

kemudian bukan hanya itu termasuk juga ada caleg yang meninggal, ada juga orang tua caleg yang meninggal mertua caleg yang meninggal anak tim sukses yang meninggal ini kenapa ya bahwa meninggalnya seseorang itu adalah takdir,tetapi bertepatan dengan pemilu ini itu pemilu legis latif maupun pemilu presiden dan wakil presiden maka ini barangkali perlu kita evaluasi.Katanya.

perlu kita teliti kembali adakah kelemahan-kelemahan daripada pemilu kita kali dengan bergabungnya antara pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil Presiden karena apa kita melihat banyaknya petugas-petugas kita yang kelelahan termasuk juga caleg nya banyak yang kelelahan tim sukses juga banyak yang kelelahan.Jelasnya.

oleh karena itu perlu barangkali kita evaluasi kalau bisa untuk pemilu yang akan datang antara pemilu legislatif dan pemilu presiden itu tidak usah digabung lagi karena kita khawatir akan terjadi lagi korban-korban berikutnya

kemudian lamanya waktu kampanye ini juga menjadi perhatian kita dan ini perlu juga di evaresolusi kembali termasuk lamanya proses kita melakukan penghitungan ini saja seperti di kecamatan kakap ini kita kurang lebih dua minggu lebih kita berada di sini atau boleh dikatakan setengah bulan kita berada

di berada di kakap nah bisa dibayangkan dalam waktu rentang waktu itu yang tadi yang sudah dari kampanye sampe dengan pemilu nya pos pemilunya banyak karena itu sangat melelahkan bagi kita semuanya lelah semuanya capek hasil demokrasinya itu belum tentu juga adalah yang terbaik

dan ini jadi pertanyaan kita nah khusus masalah pemilu presiden wakil presiden mungkin inilah pemilu yang yang perlu harus banyak dikoreksi baik tentang pelaksananya itu mapun KPU nya maupun yang lain lainlah jadi perlu di evaluasi kembali.agar proses demokrasi kitabkedepan bisa berjalan dengan baik.Harapnya.”(Tim/Ismail)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *