Warga Tiga Kecamatan Sekadau Demo Bawaslu Tuntut Proses Hukum Caleg Politik Uang

oleh -302 views

Sekadau ,BorneoneTV . Ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Sekadau, yakni warga dari Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap mendatangi kantor bawaslu yang terletak di jalan Merdeka Timur Km. 3 (tiga) Kabupaten Sekadau, Selasa 30 April 2019 pukul 13.30 Wib.

Ratusan warga yang merasa kecewa atas kinerja pihak Bawaslu dan berorasi menuntut pihak Bawaslu untuk segera menyelesaikan kasus dugaan money politik yang telah dilakukan oleh salah satu caleg tingkat kabupaten dari partai Perindo nomor urut 1 (satu) atas nama Lorensius Ardiwinata yang tertangkap tangan oleh warga saat melakukan tindakan Money Politik kepada warga ditiga Kecamatan di Kabupaten Sekadau.

Bawaslu dianggap lambat dalam menangani kasus- kasus dugaan money politik yang dilaporkan oleh warga. Padahal bukti- buktinya sudah cukup kuat, ada rekaman videonya dan saksi- saksinya. Namun sampai hari ini tidak ada kejelasan penanganannya,” ujar ketua aksi demo Alo anto dari Kecamatan Nanga Taman.

Warga juga mengancam akan terus melakukan aksinya jika pihak Bawaslu tidak menyelesaikan kasusnya.

Koordinator Bidang Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Kabupaten Sekadau Al aminuddin mengatakan,” kasus yang dilaporkan oleh masyarakat terkait adanya dugaan money politik oleh salah satu caleg DPRD Kabupaten Sekadau saat masa tenang. Kita sudah panggil beberapa saksi dan kasusnya sedang kita dalami,” kata Al Aminuddin.

 

Menurut Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, S.IK,” Kasus ini sedang ditangani. Bahkan pihak Gakumdu Kabupaten Sekadau sudah langsung turun ke lapangan untuk menjemput bola mendengarkan keterangan dari para saksi. Kasus ini terjadi di 2(dua) Kecamatan, ada di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Orang yang memberikan uang dan saksinya juga beda- beda. Jadi banyak yang harus diambil keterangannya,” Ujar Kapolres Sekadau.

Menurut Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi jika memang terbukti melakukan money politic pelaku akan dijerat dengan UU No 7/2017 tentang Pemilu khususnya dalam Pasal 523 ayat2, yang secara jelas menyebut ancaman pidana 4 tahun penjara,” Ucap Kapolres Sekadau. (Tut Wuri Handayani / Dodi Rahman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *