Bea Cukai Sintete Musnahkan Ribuan Batang Rokok Dan Lelong

oleh -14 views

 

Sambas,BorneoneTV. Kantor    Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sintete (KPPBC TMP C Sintete), Kamis (2/5) melakukan pemusnahan barang milik
Negara (BMN). Kepala kantor KPPBC TMP C Sintete, Achmat Wahyudi mengatakan, barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil Penindakan Eks Kepabeanan dan cukai yang melanggar ketentuan.

“Penindakan dilakukan karena melanggar Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 10 tahun
1995, tentang Kepabeanan dan Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas
Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai, ” ujar Achmat Wahyudi, Kamis (2/5).

Barang Milik Negara tersebut sebutnya merupakan barang hasil penindakan pada PLBN Aruk dan hasil operasi pasar selama periode April 2018 hingga Desember 2018,

Barang yang dimusnahkan berdasarkan surat persetujuan pemusnahan dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Singkawang.

“Barang milik negara yang diusulkan untuk pemusnahan adalah berupa rokok
sejumlah 500.694 batang, barang kena cukai minuman mengandung etil dan alkohol (MMEA) sejumlah 124 liter, ballpress sebanyak 54 koli, mesin
bekas sejumlah 5 unit, dan barang barang lainnya,” jelas Achmat Wahyudi.

Ditambahkan barang-barang tersebut dilakukan penindakan oleh KPPBC TMP C Sintete, diantaranya untuk barang hasil penindakan di bidang kepabeanan. Karena tidak memenuhi
persyaratan larangan dan pembatasan, dibidang impor dari instansi teknis serta untuk barang kena cukai karena tidak dipenuhinya ketentuan di bidang cukai.

Diungkapkan oleh Achmat Wahyudi, akibat tindakan tersebut potensi kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

“Nilai Barang dan Potensi Kerugian Negara atas barang tersebut, total nilai barang hasil penindakan di bidang pabean Rp. 449.707.176, dengan potensi kerugian Rp. 236.169.068.
Sedangkan untuk Total nilai barang hasil penindakan di bidang cukai Rp. 236.322.050, dengan potensi kerugian negara Rp. 124.491.079.
Dengan demikian total prakiraan nilai seluruh barang adalah Rp. 686.029.226.
Dengan potensi kerugian negara Rp 360.660.147,” ungkapnya.(ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *