Tutup STQ Tingkat Provinsi, Ini Harapan Wagub Kalbar

oleh

 

Pontianak,BorneoneTV.  Wakil Gubernur H Ria Norsan mengatakan STQ XXV Tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2019 telah memberikan ruang bagi Qari/Qariah dan
Hafidz/Hafidzah yang kita miliki saat ini untuk dapat menampilkan kemampuan dan bakat yang dimiliki di bidang seni baca dan hafalan Kitab Sudi A-Quran dan Hafalan Hadits kepada mayarakat.

“Selama 8 hari berlangsungnya STQ ini dengan atau tanpa kita sadari telah menciptakan suasana semarak dan kemeriahan tersendiri yang tidak hanya dirasakan oleh para peserta saja namun juga dirasakarn oleh masyarakat Kalbar,”

Kemeriahan itu malam ini telah selesai
dengan segala kenangan baik berupa kegagalan maupun keberhasilan telah diukir oleh para peserta. Rasa bahagia
dan kecewa adalah wajar sebagai refleksi terhadap hasil pencapaian yang telah diperoleh, namun jangan sampai yang berhasil lantas merasa jumawa dan yang gagal jangan langsung merasa frustasi.

“Inilah saatnya bagi kita untuk sedikit meningkatkan kedewasaan kita, dengan jalan selalu berbesar hati dengan kegagalan dan keberhasilan yang kita raih,”

Wagub Kalbar juga beryakinan, kita semua pada dasarnya telah menyiapkan diri dan mental untuk dapat menghadapi segala hasil perjuangan yang kita lakukan, karena sejatinya perjuangan tidak penah berakhir, masih ada kesempatan dan peluang-peluang lain yang dapat kita coba untuk menghantarkan kita pada tangga kesuksesan.

“Jangan pernah berhenti untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan diri kita masing-masing,” ingatnya.

Sebagai sebuah kegiatan yang menjadi ajang kompetisi, kegiatan STQ tentu memunculkan persaingan antar peserta dan kafilah Kabupaten/Kota se Kalbar.
Pesaingan dalam STQ merupakan
budaya yang sehat untuk membangun motivasi yang kuat sebagai bekal untuk memberikan penampilan yang maksimal, namun persaingan tersebut jangan sampai
dalam setiap penyelenggaraan even-even keagamaan tak terkecuali dalam kegiatan STQ ini.

“Kita sebagai insan Qur’ani, yang sangat menjunjung tinggi ukhuwah dan persaudaraan,” jelasnya.

Seluruh peserta telah mengerahkan seluruh kemapuan yang dimiliki dan hasil kompetisi ini telah diumumkan, kita semua menjadi saksi atas pencapaian-pencapaian yang tekah diraih oleh peserta.

“Ini adalah hasil yang dinilai sesuai standar nilai yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dijelaskannya, acara tahunan ini sebetulnya bukanlah saja untuk memperhitungkan juara atau tidaknya, tapi yang paling penting bagi kita sebagai umat Islam adalah bagaimana kedepannya nanti untuk bisa menggaungkan Al-Qur’an di bumi Kalbar ini karena Al-Qur’an adalah Kitab Suci kita serta pedoman hidup kita dalam menjalani kehidupan sehari hari sebagaimana yang di Firmankan Allah Swt yang artinya sebagai petujuk bagi manusia dan untuk membedakan yang mana Hak dan Batil, yang mana yang baik mana yang tidak baik juga untuk bekal kita di akhirat kelak menghadap Allah Swt. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *