Gubernur Kalbar : Budaya Jadi Pemersatu Bangsa

oleh

 

Pontianak ,Borneone TV .Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan, berbicara tentang budaya di Provinsi Kalbar tidak terlepas dari etnis-etnis yang ada di tanah air, dan  dengan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, adat istiadat dan kepercayaan menjadikan Kalbar semakin kaya dalam keberagaman.

“Keberagaman ini menjadikan masyarakat Kalbar menjunjung tinggi rasa toleransi, sikap saling menghargai dan menjaga harmonisasi antar sesama, sehingga budaya dapat menjadi pemersatu bangsa apabila kita memiliki rasa bangga terhadap budaya yang kita miliki,” kata H Sutarmidji, Senin (20/5), saat menghadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak Ke 34 di Rumah Radakng Pontianak.

Seperti tertuang dalam lambang Negara Republik Indonesia yaitu Garuda Pancasila dimana tertulis Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua. Bagi semua etnis yang ada di Provinsi Kalbar, Gubernur Kalbar mengajak mari bersama melestarikan dan mengembangkan budaya yang kita miliki, untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Sejalan dengan perkembangan budaya tentu sangat erat kaitannya dengan kegiatan pariwisata, dimana wisata budaya dapat memberikan kontribusi pembangunan dalam sektor ekonomi sepertipen peningkatan lapangan kena, peluang usaha yang berpengaruh kepada peningkatan pendapatan bagi masyarakat setempat dan peningkatan
devisa negara.

Namun disisi lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana transportasi, perbaikan infrastruktur dasar dan penunjang serta mendukung kebutuhan dasar dari wisatawan sangatlah penting untuk memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan. Perayaan Gawai Dayak merupakan event yang selalu dinantikan oleh masyarakat Dayak sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang berlimpah. Perayaan ini telah tumbuh,
berkembang dan mengakar sebagai kekayaan budaya tradisi yang harus tetap dipertahankan dan dilestarikan karena banyak terkadung nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan secara turun temurun.

Dalam perkembangannya saat ini perayaan tersebut diperkuat dengan apresiasi terhadap nilai-nilai positif, pelestarian dan pengembangan kebudayaan, hal ini patut untuk di
apresiasi sebagai bentuk pendidikan bagi generasi muda agar tidak hilang identitas dalam diri sebagai generasi penerus bangsa dalam perkuat rasa persatuan dan kesatuan NKRI.

Dikatakannya, Pariwisata berbasis budaya merupakan trend berwisata saat ini, dimana wisatawan lebih memilih wisata petualangan dan minat khusus seperti wisata alam,
budaya.

“Peluang ini bisa kita manfaatkan sebagai upaya untuk meningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalbar. Ini sesuai dengan potensi objek wisata yang kita miliki, dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian alam dan budaya Kalbar,” jelasnya. Oleh karena itu, sekor pariwisata penting untuk menjadi perhatian, karena kegiatan pariwisata akan memunculkan sektor-sektor pendukung lainnya.

“Saya menghimbau kepada kita semua agar terus memelihara, menjaga dan merawat persatuan, persaudaraan serta kerukunan antar sesama, sehingga akan tercipta masyarakat yang rukun dan damai,” ujarnya. Kemudian Mantan Wali Kota Pontianak juga meminta hendaknya perayaan Gawai Dayak ini dapat menstimulus penyelenggraan event-event di Kalbar dalam menciptakan dan membangun citra positif dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bagi semua peserta lomba yang akan bertanding, saya berpesan untuk menjunjung tinggi rasa sportivitas dan kebersamaan sesama peserta. Dengan suksesnya acara ini tidak membuat kita berpuas diri perlunya penataan, peningkatan kualitas penyelenggaraan event, koordinasi, serta berkontribusi bagi masyarakat setempat merupakan hal utama dalam suksesnya suatu acara,” pintanya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *